Jahe Sebagai Penangkal Penyakit di Musim Bediding

Jahe Sebagai Penangkal Penyakit di Musim Bediding

  • Bagikan
Jahe sangat baik untuk imunitas tubuh di musim bediding/tugu jatim
Jahe sangat baik untuk imunitas tubuh di musim bediding. (Foto: Pixabay)

Tugujatim.id – Memasuki awal musim kemarau hampir seluruh daerah di Indonesia mengalami penurunan suhu. Suhu terasa lebih dingin dari biasanya terutama di daerah Jawa dan Bali. Kondisi ini orang Jawa biasa menyebutnya “bediding.”

Musim “bediding” kali ini terasa lebih berat, karena berbarengan dengan pandemi Covid-19 yang mana penularannya masih tinggi.

Suhu dingin umumnya menyebabkan tubuh tidak terlalu fit, imun tubuh turun, akhirnya mudah terserang penyakit, seperti flu atau demam. Menurunnya imunitas tubuh ini bisa berdampak pada mudahnya penularan Covid-19, dan itu berbahaya. Untuk itu menjaga tubuh tetap fit adalah suatu keharusan.

Ada satu tips untuk tetap menjaga tubuh tetap bugar di musim “bediding” ini, yaitu mengkonsumsi jahe. Sebagaimana diketahui jahe memiliki rasa pedas yang dapat menghangatkan tubuh. Rempah ini memang sudah lama menjadi salah satu solusi bagi kesehatan tubuh di musim dingin.

Ada beberapa manfaat jahe yang penting bagi kesehatan tubuh. Di antaranya sebagaimana dilansir dari medicalnews.

1. Antibakteri

Bahan herbal ini mengandung zat antibakteri yang lebih tinggi dibanding antibiotik. Ia dapat mencegah staphylococcus aureus dan streptococcus pyogenes. Dua bakteri ini yang menyebabkan faringitis streptokokus yang dikenal sebagai radang tenggorokan.

2. Antivirus

Jahe segar dapat melawan virus dan masalah pernafasan termasuk flu. Sementara jahe kering kurang bermanfaat membasmi virus. Namun demikian, hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa jahe bisa mengatasi virus Covid-19.

3. Anti-inflamasi

Anti inflamasi bermanfaat bagi penderita radang tenggorokan. Karena itu gunakanlah jahe ini untuk mengurangi bengkak di tenggorokan.

Adapun cara mengonsumsi jahe beragam. Misalnya, bisa dikonsumsi secara langsung dalam bentuk segar, merebus jahe dengan air, atau mencampurkan parutan jahe pada masakan. The Food and Drug Administration (FDA) mengatakan bahwa jahe aman digunakan dalam makanan dan minuman.

Nah tunggu apalagi, di musim “bediding” ini kita konsumsi jahe agar tubuh tetap fit dan tahan dari serangan penyakit. Perlu diingat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.

Penulis: Fahra Auliani RahmahEditor: Herlianto. A
  • Bagikan