BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus bergerak memastikan pembangunan infrastruktur jalan kian merata. Hingga awal 2025, lebih dari 93 persen ruas jalan kabupaten sudah berstatus mantap. Target untuk mencapai kondisi seratus persen jalan di Bojonegoro baik dalam dua tahun ke depan kini semakin nyata.
Berdasarkan catatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PU BIMA PR) Bojonegoro, total panjang jalan di bawah kewenangan kabupaten mencapai kurang lebih 1.046 kilometer.
Baca Juga: Harga Jeblok, Bulog Bojonegoro Klaim Serapan Gabah Petani Tetap Jalan
Kepala Bidang Jalan PU BIMA PR Bojonegoro Danang Khurniawan menegaskan, pihaknya sudah menyusun peta prioritas pembangunan hingga 2026.
“Kami menargetkan sisa ruas jalan di Bojonegoro yang belum mantap akan kami selesaikan dalam dua tahap, yakni pada 2025 dan 2026,” ungkap Danang, melansir dari website resmi Pemkab Bojonegoro.
Peningkatan kualitas jalan di Bojonegoro ini bukan sekadar pembangunan fisik. Menurut Danang, tujuan utamanya adalah memastikan konektivitas antarwilayah di Bojonegoro semakin lancar, sehingga mobilitas warga dan distribusi ekonomi bisa bergerak lebih cepat dan merata yang menjadi program prioritas dari Bupati Setyo Wahono.
Untuk mendukung ambisi besar itu, Dinas PU BIMA PR tahun 2025 sudah merancang program rekonstruksi rigid beton sepanjang 36,60 kilometer. Rekonstruksi tersebut akan dilakukan di 27 ruas jalan strategis dengan anggaran fantastis sebesar Rp183,290 miliar.
“Kami memilih ruas-ruas yang memiliki tingkat lalu lintas tinggi dan berdampak langsung pada perekonomian,” beber Danang.
Bojonegoro Perkuat Jalan Eksisting
Selain pembangunan baru, Bojonegoro juga memperkuat jalan eksisting lewat program rehabilitasi overlay aspal. Tak kurang dari 59 kilometer ruas jalan akan diperbaiki menggunakan teknik pelapisan ulang, dengan anggaran mencapai Rp56,689 miliar.
Menurut Danang, rehabilitasi ini penting untuk mempertahankan standar jalan mantap tanpa harus menunggu kerusakan berat yang akan membutuhkan biaya lebih besar.
“Perawatan berkala adalah bagian dari manajemen infrastruktur modern. Kami ingin memastikan jalan tetap awet dan nyaman digunakan dalam jangka panjang,” paparnya.
Sementara itu, untuk mempercepat konektivitas hingga ke pelosok desa, Pemkab Bojonegoro menggulirkan program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD). Melalui program ini, pemerintah desa didorong aktif dalam membangun akses jalan di wilayah masing-masing.
Danang menjelaskan, pendekatan partisipatif ini sangat efektif mempercepat pembangunan karena langsung melibatkan masyarakat setempat.
“Sinergi antara warga, pemerintah desa, dan kami di tingkat kabupaten, sangat menentukan kecepatan realisasi pembangunan,” ujarnya.
Dengan program yang terstruktur dan komitmen kuat, Bojonegoro optimistis bisa menuntaskan misi 100 persen jalan mantap pada 2026. Mimpi besar untuk menghadirkan Bojonegoro yang makmur, produktif, dan membanggakan pun kian berada di depan mata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








