JAKARTA, Tugujatim.id – Sekolah Rakyat menjadi salah satu fokus sinergi antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kedua kementerian sepakat mempercepat pelaksanaan program renovasi rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat melalui penguatan koordinasi dan penyelarasan kebijakan.
Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Senin (20/07/2026) malam.
Gus Ipul mengatakan program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan yang berjalan seiring dengan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk renovasi rumah bagi keluarga siswa.
“Anaknya sekolah, orang tuanya diintervensi dengan berbagai program strategis Pak Presiden, (seperti) pemberdayaan, PBI, salah satunya (juga) adalah renovasi rumah,” kata Gus Ipul.
Baca Juga : Sekolah Rakyat DKI Jakarta Mulai MPLS, Gus Ipul Ajak Siswa Cepat Beradaptasi

Verifikasi Rumah Orang Tua Siswa
Gus Ipul menjelaskan, pada tahun ini dialokasikan perbaikan sebanyak 10 ribu rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat. Dari jumlah tersebut, sekitar 2 ribu rumah telah melalui proses verifikasi dan sebanyak 911 rumah dinyatakan memenuhi persyaratan.
Menurutnya, terdapat dua kendala utama yang menyebabkan sebagian rumah belum memenuhi syarat.
“Pertama, yang dominan ini ya, (terkait) kepemilikan tanah. Yang kedua karena dia tercecer, hanya satu desa, satu orang, satu keluarga, satu penerima manfaat. Padahal dalam ketentuannya itu kan harus beberapa penerima manfaat di satu desa,” ujarnya.
Gus Ipul mengusulkan agar persoalan kepemilikan tanah dapat dibuktikan melalui surat keterangan dari RT, RW, atau kelurahan setempat. Ia juga mengusulkan agar tidak ada lagi ketentuan jumlah minimal penerima manfaat dalam satu desa sehingga rumah yang memenuhi kriteria tetap dapat diusulkan.
“Karena di Sekolah Rakyat itu kan penjangkauan, tidak ada tes akademik, adanya penjangkauan. Nah yang terjangkau itulah yang memang memenuhi syarat untuk bisa sekolah, dan mereka adalah desil paling bawah,” katanya.
PKP Siap Tindak Lanjuti Usulan
Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan dukungannya terhadap usulan tersebut. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto.
“Karena arahan Presiden itu Sekolah Rakyat adalah program unggulan, dan strategis dari Bapak Presiden Prabowo, dan saya pasti mendukung,” ujar Maruarar.
Ia menambahkan, Kementerian PKP akan terus berkoordinasi dengan Kemensos untuk menindaklanjuti berbagai usulan tersebut agar program renovasi rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel, Inspektur Jenderal Kementerian PKP Heri Jerman, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati, serta Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP Roberia. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim








