SURABAYA, Tugujatim.id – Peserta Indonesian Idol 2017, Quency Mayferta (22) mendaftarkan diri menjadi bacaleg DPRD Kota Surabaya melalui Partai Golkar.
Quency merupakan peserta Indonesian Idol 2017 yang lolos hingga tahap eleminasi 1. Saat itu, Quency masih duduk di bangku SMA.
Kini, Quency merupakan bacaleg dapil 3 yang meliputi wilayah Gununganyar, Tungkut, dan Tenggilis. Dengan penuh optimistis, ia mengajukan diri untuk mendaftar menjadi bacaleg melalui Partai Golkar guna menampung suara milenial agar tidak bersikap apatis terhadap dunia politik.
“Karena saya sering dengar label kalau milenial merupakan orang yang apatis terhadap politik. Nah, di sini saya merasa bahwa milenial itu orang yang kritis. Mereka punya opini yang kuat sebagai individu dan mereka juga memiliki saran-saran untuk pembangunan yang bagus. Namun sayangnya, sikap kritis mereka ini hanya berani di sosial media. Maka dari itu, saya sebagai representasi milenial itu berharap menjembatani opini-opini tersebut sehingga dapat tersalurkan dengan baik,” ujarnya, pada Minggu (14/5/2023).
Menurutnya, menjadi milenial cerdas seharusnya dapat menyampaikan aspirasi dengan baik. Salah satu caranya yakni dengan terjun langsung menjadi tokoh politik secara langsung untuk masyarakat.
“Saya ingin membangkitkan semangat politik milenial. Saya ingin membuat milenial lebih melek terhadap politik dan memilih terjun. Jadi nggak cuma bicara di sosial media aja tapi juga terjun menjadi tokoh politik secara langsung,” ujarnya.
Terkait target kursi, ia tidak terlalu khawatir bila tidak mendapat kursi legislatif. Tujuannya terjun ke dunia politik yakni ingin membangkitkan semangat milenial untuk belajar tentang perpolitikan.
“Tidak apa-apa tidak terpilih. Karena semua kembali ke suara rakyat tapi tujuan saya sendiri itu adalah membuat milenial melek dengan keberadaan saya. Di sini hanya mendaftar saja sebagai calon itu biar mereka ke-trigger untuk ‘oh saya bisa nih jadi orang yang seperti ini. Saya bisa ah periode selanjutnya maju. Menyuarakan suara millenial yang lain’,” harapnya.
Dia mengungkapkan alasan mengapa melabuhkan hatinya ke partai berwarna kuning ini. Ia menilai bahwa Partai Golkar memiliki jaringan luas dan struktural yang kuat.
Perempuan yang saat ini masih mengerjakan tugas akhir di jurusan Informatika Universitas Pembangunan Nasional Jawa Timur ini mengaku bahwa pihak kampus belum mengetahui status keanggotaan partai politiknya saat ini.
“Kampus belum tahu sejauh ini. Tapi kalau tahu pasti diperbolehkan kampus karena secara lingkungan mereka mendukung, ada pembelajaran bela negara, kepemimpinan, itu mereka sudah memberikan kami cukup pengetahuan untuk menjadi seorang pemimpin,” pungkasnya.








