SIDOARJO, Tugujatim.id — Di tengah hiruk-pikuk kota Sidoarjo yang terus tumbuh modern, ada satu tempat yang seolah tidak tersentuh waktu. Di sinilah ribuan artefak, peninggalan sejarah, dan jejak kebudayaan Jawa Timur tersimpan rapi di Museum Mpu Tantular.
Museum ini bukan sekadar ruang pamer benda kuno. Ini adalah jendela besar yang menyingkap perjalanan panjang peradaban, dari masa klasik hingga era kemerdekaan. Setiap ruangnya seperti berbicara—tentang manusia, seni, dan sejarah yang membentuk identitas Jawa Timur hari ini.
Baca Juga: Intip Keunikan Museum Batik Ponorogo dan Keindahannya, Yuk Belajar Membatik!
Lokasi & Jam Buka
Museum Mpu Tantular berlokasi di Jl Raya Buduran No 80, Sidoarjo, sekitar 30 menit dari pusat Surabaya.
Museum buka setiap Selasa–Minggu, pukul 08.00–16.00 WIB, dengan harga tiket masuk sekitar Rp5.000 untuk umum dan Rp2.000 untuk pelajar.
Dari Surabaya ke Sidoarjo: Sebuah Perjalanan Panjang
Nama Mpu Tantular diambil dari pujangga besar era Majapahit yang menulis kitab Sutasoma, tempat lahirnya semboyan nasional Bhinneka Tunggal Ika.
Melansir dari laman resmi Museum Negeri Mpu Tantular.com, museum ini berawal dari pendirian lembaga kebudayaan Stedelijk Historisch Museum Soerabaia oleh Godfried Hariowald von Faber, seorang warga Surabaya berkebangsaan Jerman, pada 1933 dan diresmikan 25 Juli 1937.
Jejak Waktu dalam Setiap Ruangan
Begitu memasuki kompleks museum, pengunjung akan disambut bangunan bergaya kolonial dengan halaman luas dan pepohonan rindang. Di dalamnya, terbagi beberapa ruang pamer tetap: arkeologi, numismatik, biologi, seni rupa, hingga perjuangan nasional.
Koleksi paling menarik ada pada ruang arkeologi yang menampilkan prasasti, arca batu, dan peninggalan era Majapahit. Di sisi lain, ruang numismatik memamerkan berbagai mata uang kuno dari masa kolonial hingga rupiah pertama Republik Indonesia.
Selain benda bersejarah, museum ini juga menampilkan alat musik tradisional, batik khas daerah, hingga replika rumah adat. Semua dikurasi untuk memperkenalkan keberagaman budaya di Jawa Timur kepada generasi muda.
Dari Tempat Sunyi Jadi Ruang Edukasi Hidup
Museum Mpu Tantular kini tidak lagi sekadar tempat menyimpan benda masa lalu. Dia telah berubah menjadi ruang edukasi publik yang aktif.
Setiap akhir pekan, museum ramai oleh rombongan pelajar yang datang untuk belajar langsung tentang sejarah dan budaya. Banyak sekolah di Sidoarjo, Surabaya, dan sekitarnya menjadikannya destinasi wajib dalam agenda field trip tahunan.
Selain itu, museum ini juga sering menggelar pameran tematik, seperti pameran batik, arca, hingga koleksi langka dari masa kolonial. Tujuannya sederhana: menjadikan sejarah terasa dekat dan hidup bagi masyarakat masa kini.
Simbol Pelestarian di Tengah Modernisasi
Keberadaan Museum Mpu Tantular di Sidoarjo menjadi penyeimbang antara laju modernisasi dan kebutuhan untuk mengenang masa lalu. Di tengah mall, jalan tol, dan industri yang terus berkembang, museum ini mengingatkan bahwa kemajuan tanpa akar sejarah hanya akan melahirkan lupa.
Bagi sebagian orang, berkunjung ke museum ini bukan sekadar jalan-jalan, tapi perjalanan waktu. Melihat prasasti dan arca kuno di ruang pamer seakan membawa kita menelusuri perjalanan panjang manusia Jawa Timur dari masa kerajaan hingga hari ini. Jadi, kapan kamu ingin belajar sejarah di sini?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Fahmi Irmanto/Magang
Editor: Dwi Lindawati








