SURABAYA, Tugujatim.id – Menjelang Muktamar NU ke-35, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz menyatakan pelaksanaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama penting untuk segera digelar guna menghadirkan suasana baru dalam organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi warga Nahdliyin secara nasional. Hal itu dia sampaikan saat menanggapi dinamika menjelang pelaksanaan Muktamar PBNU yang mulai menjadi perhatian berbagai kalangan di internal organisasi.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Kikin ini, percepatan pelaksanaan Muktamar NU akan memberikan energi baru bagi organisasi, meskipun proses menuju agenda besar tersebut tetap membutuhkan koordinasi dan konsolidasi yang matang karena melibatkan struktur organisasi dari seluruh Indonesia.
Baca Juga: Situbondo Berpeluang Besar Jadi Lokasi Muktamar NU Ke-35, Kenangan 1984 Jadi Modal Utama
“Memang sebaiknya lebih cepat lebih baik karena memang dibutuhkan suasana yang baru,” jelasnya pada Selasa (14/04/2026).
Saat disinggung kendala yang dialami menjelang Muktamar NU, Gus Kikin mengakui jika ada beberapa kendala salah satunya karena ini melibatkan organisasi yang cukup besar se-Indonesia.
“Mungkin ada kendala-kendala, tetapi ya kami harus kerja keras untuk tercapai,” ujarnya.
Penentuan Lokasi dan Waktu Tunggu Forum Musyawarah
Dia menegaskan, saat ini jadwal dan lokasi pelaksanaan Muktamar PBNU belum diputuskan secara resmi. Penentuan waktu dan tempat masih menunggu forum musyawarah organisasi tingkat nasional.
“Belum. Karena masih harus ada mubes, munas, konbes, nanti akan menentukan kapan waktunya hingga di mananya muktamar. Itu kan nanti keputusan dari munas,” katanya.
Gus Kikin juga menanggapi munculnya aspirasi dari sebagian kalangan warga Nahdlatul Ulama di Jawa Timur yang menyebut adanya figur dari PWNU Jatim yang berpotensi maju dalam bursa calon ketua Umum PBNU pada Muktamar mendatang. Namun, dia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga kebersamaan dan memperkuat persatuan di internal organisasi.
“Saya tidak berpikir ke situ. Kita itu membangun kebersamaan lagi. Itu yang nomor satu penting sekali,” ujarnya.
Terkait adanya “slentingan” atau dorongan dari sejumlah pihak yang menyebut namanya sebagai salah satu kandidat calon ketua Umum PBNU, Gus Kikin merespons secara santai. Dia menilai aspirasi tersebut sebagai hal yang wajar dalam dinamika organisasi, tetapi menegaskan tidak ingin terganggu oleh wacana pencalonan tersebut.
“Orang ngomong begitu. Tapi saya kan berpikir jangan terganggu. Kita ini kebersamaan, ukhuwah, persatuan,” katanya.
Dia juga menanggapi munculnya nama Gus Salam yang disebut telah mengajukan deklarasi untuk maju sebagai calon ketua umum PBNU. Menurut dia, mekanisme organisasi sudah tersedia dan terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat untuk maju dalam kontestasi kepemimpinan PBNU.
“Ya silakan saja. Wong mekanismenya sudah ada. Tinggal dijalankan. Semua berpeluang, siapa pun bisa maju,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Khaesar
Editor: Dwi Lindawati








