SITUBONDO, Tugujatim.id – Kabupaten Situbondo makin kuat berpeluang menjadi lokasi penyelenggaraan Muktamar NU (Nahdlatul Ulama) ke-35.
Berbagai kalangan di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meyakini daerah ini punya fondasi sejarah, potensi masyarakat, dan kematangan budaya yang memadai untuk menyelenggarakan perhelatan akbar organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.
Prof. Dr. Suparto Wijoyo selaku Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur menyebutkan, rencana Situbondo sebagai penyelenggara Muktamar NU sudah disampaikan kepada KH Abdul Hakim Mahfudz yang menjabat Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim.
Ia menekankan, Situbondo memiliki peran strategis dalam perjalanan panjang organisasi NU.
“Ingatan saya tentang Situbondo sangat mendalam. Pada 1984, muktamar diselenggarakan di tempat ini. Saat itu Gus Dur terpilih memimpin PBNU dan KH Ahmad Shiddiq menjadi Rais Aam. Muktamar tersebut menjadi titik balik penting bagi NU,” ungkap Prof. Suparto ketika berkunjung ke Situbondo, Senin (12/1/2026).
Muktamar ke-27 tahun 1984 yang berlangsung di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Asembagus, mencatatkan sejarah penting saat NU memutuskan kembali ke Khittah 1926.
Pada kesempatan itu, NU meneguhkan identitasnya sebagai organisasi sosial keagamaan dan menerima Pancasila sebagai dasar berbangsa. Keputusan monumental ini dianggap sebagai sumbangsih besar NU untuk negara.
“Peristiwa di Situbondo tahun 1984 sangat berkesan. Daerah ini berhasil menciptakan suasana kondusif, menyeimbangkan dinamika kepemimpinan, dan melahirkan keputusan besar yang berpengaruh secara nasional,” kata Prof. Suparto.
Dengan mengacu pada pengalaman masa lalu, Prof. Suparto menilai Situbondo tetap memiliki kekuatan sosial, budaya, dan spiritual yang cocok untuk menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan usai Idul Adha 2026.
“Melihat sejarah dan karakter warganya, Situbondo sangat layak. Ini masih tahap awal, tapi responsnya sangat menggembirakan,” jelasnya.
PWNU Jawa Timur akan terus menjalin komunikasi dengan para ulama, tokoh NU, dan pesantren-pesantren, termasuk mengadakan ziarah dan pertemuan sebagai upaya membangun konsensus.
*Pemkab Situbondo Siap Penuh*
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyatakan dukungan penuh dan menegaskan kesiapan pemkab jika ditunjuk sebagai penyelenggara Muktamar NU ke-35.
“Situbondo siap sepenuhnya. Kami sangat senang jika diberi kepercayaan kembali. Ini bukan hanya kehormatan, tapi wujud pengabdian kami kepada NU dan para ulama,” kata Bupati yang biasa dipanggil Mas Rio.
Mas Rio menyatakan, Situbondo memiliki pengalaman historis, jaringan pesantren yang solid, dan dukungan masyarakat yang kuat. Pemerintah daerah siap bekerja sama dengan semua komponen NU, aparat keamanan, dan pihak terkait untuk menjamin acara berjalan lancar dan bermartabat.
“NU berperan besar sebagai benteng moral bangsa. Jika Situbondo dipercaya lagi, kami akan memastikan muktamar ini menjadi ajang persatuan dan penguatan peran NU dalam kehidupan berbangsa,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan pesantren, ulama, dan warga Situbondo akan menjadi kekuatan utama, seperti yang pernah terjadi pada Muktamar NU 1984.
Wacana Situbondo sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35 dipandang memiliki nilai simbolis sekaligus strategis. Banyak pihak melihat kemiripan situasi NU saat ini dengan kondisi menjelang Muktamar 1984, yang keduanya berada pada fase krusial konsolidasi internal, penguatan peran keumatan, dan penegasan komitmen kebangsaan.
Dengan catatan sejarah yang solid, dukungan tokoh NU, serta kesiapan pemerintah dan masyarakat, Situbondo kembali dianggap sebagai lokasi ideal bagi NU untuk merumuskan arah strategis ke depan.
Apabila terlaksana, Muktamar NU ke-35 di Situbondo diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pengambilan keputusan tertinggi, tetapi juga momentum persatuan, rekonsiliasi, dan penguatan peran NU sebagai penjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat dan mengakar pada tradisi kebangsaan Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








