Jelang Perayaan Paskah dan Wafatnya Isa Al-Masih, Polres Malang Perketat Keamanan

  • Bagikan
Tim Gegana Brimob Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penyisiran bom. (Foto: Dokumen/Tribrata News Polri) kapolda sulsel
Tim Gegana Brimob Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penyisiran bom, Minggu (28/3/2021). (Foto: Dokumen/Tribrata News Polri)

MALANG, Tugujatim.id – Jelang peringatan Wafatnya Isa Al-Masih pada Jumat besok (02/04/2021) dan perayaan Hati Paskah pada Minggu (04/04/2021), Polres Malang mengatakan jika pihaknya akan memperketat keamanan di 124 gereja.

“Untuk pengamanan nanti ada sekitar 124 gereja Kristen maupun Katholik yang akan melaksanakan kegiatan Paskah yabg rangkaian kegiatannya dimulai hari ini. Untuk personilnya sendi dari Polri sekitar 951 orang,” terang Wakapolres Malang, Kompol Himawan Setiawan, usai melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) pengamanan jelang Paskah dan Wafatnya Isal Al-Masih di Gedung Sanika Satyawada Mapolres Malang pada Kamis (01/04/2021).

Selain itu, Polres Malang akan dibantu oleh sekitar 450 personil non-Polri untuk menjaga setiap gereja di 33 Kecamatan di Kabupaten Malang.

“Dari setiap gereja juga akan dijaga oleh TNI, ormas lintas agama seperti Banser, Ansor, dan organisasi lainnya seperti Pemuda Pancasila akan kita libatkan. Mungkin ada sekitar 450 orang personil yang ada di luar kekuatan Polri ini,” ungkapnya.

Selain itu, dengan banyaknya aksi teror di beberapa wilayah di Indonesia, membuat jajaran Polres Malang bakal semakin meningkat penjagaan.

“Dengan banyaknya teror yang jelas akan kita perkuat makanya diadakan Rakor (Rapat Koordinasi) tadi, tapi sebenarnya sebelum rakor kita sudah berkoordinasi,” tegasnya.

“Dan saya yakin pemuda-pemuda gereja kan hafal dengan jemaatnya, Jadi standar pengamannya dan protokol kesehatan antara tempat cuci tangan drngan gereja jaraknya diperlebar lagi,” sambungnya.

Lebih lanjut, pengamanan tersebut akan mulai dilaksanakan sejak satu jam sebelum kegiatan ibadah di gereja dimulai.

“Pengaman geteja ini kita ikuti mulai dari rangkaian awal yaitu satu jam sebelum kegiatan. Kita akan melakukan sterilisasi gereja, dan batas-batas pengamanan gereja sudah kita atur,” bebernya.

“Mungkin berbeda dari tahun lalu, karena ini ada Covid-19 maka kita kasih jarak 5-10 meter dari pintu masuk,” pungkasnya. (rap/gg)

  • Bagikan