MOJOKERTO, Tugujatim.id – Jemaah haji Mojokerto tetap menggunakan asrama haji Sukolilo Surabaya sebelum bertolak menuju Tanah Suci pada 2026. Sementara, embarkasi Juanda kembali dipilih untuk jemaah haji tersebut, meski Bandara Dhoho, Kediri, sempat menjadi perbincangan.
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Muhibbudin mengatakan, menteri haji dan gubernur sempat membagas soal Bandara Kediri.
Baca Juga: Naik 200 Orang, Kuota Haji Kabupaten Mojokerto Bertambah Jadi 1.455 Orang
“Informasi yang kami terima, Bandara Kediri sempat dibahas oleh menteri haji dengan gubernur. Sempat masuk usulan, namun keputusan akhir tetap menggunakan Juanda untuk pemberangkatan pada 2026,” terang Muhibbudin pada Rabu (19/11/2025).
Bandara Kediri tidak jadi dipilih karena masih perlu memenuhi persyaratan. Meski begitu, bandara tersebut masih memiliki peluang digunakan untuk tahun-tahun selanjutnya.
“Masih ada kemungkinan itu, tapi bergantung apakah sudah memenuhi syarat atau belum untuk tahun-tahun ke depan,” imbuh Muhibbudin.
Besaran Biaya Haji Segera Ditetapkan
Soal kuota, kabupaten mendapatkan jatah jemaah haji Mojokerto sebanyak 1.455 orang. Kuota tahun 2026 ini mengalami kenaikan sebesar 200 jemaah daripada 2025 lalu.
“Itu yang sudah 100 persen. Untuk keterangan beberapa waktu lalu ketika jumlah tersebut masih 90 persen. Tahun ini jumlah (jemaah) naik daripada tahun lalu,” ujar Muhibbudin.
Sementara itu, saat disinggung soal besaran biaya haji tahun ini, Muhibbudin menerangkan bahwa dalam waktu dekat ini besaran biaya tersebut akan ditetapkan.
“Informasi yang kami dapat, tinggal dituangkan dalam Keppres. Nanti bila (Keppres) sudah turun, jemaah bisa melakukan pelunasan, tentu setelah dinyatakan sehat jasmani rohani,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








