SURABAYA, Tugujatim.id – Seorang jemaah umrah asal Malang, Didik Lestariyono, memastikan kondisi di Arab Saudi, khususnya di kawasan Madinah, relatif aman dan terkendali. Meski demikian, dia mengakui beredarnya informasi terkait potensi konflik di Timur Tengah sempat menimbulkan keraguan di kalangan jemaah untuk kembali ke Tanah Air.
Didik mengatakan, kabar mengenai kemungkinan serangan rudal ke wilayah Arab Saudi membuat sebagian jemaah umrah merasa khawatir, terutama terkait isu Bandara Riyadh yang disebut-sebut menjadi target.
Baca Juga: Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung Nasional Atas Gugurnya Ali Khamenei Dalam Serangan AS-Israel
“Kondisi di Timur Tengah, khususnya di Arab Saudi, relatif aman terkendali. Tapi, banyak jemaah yang ragu bahkan takut untuk kembali ke tanah air karena informasi adanya perang dan informasi bahwa Bandara Riyadh akan dirudal oleh Iran,” ujar Didik saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (02/03/2026).
Meski isu tersebut beredar, Didik menegaskan situasi di sekitar Masjid Nabawi tetap kondusif dan tidak mengganggu aktivitas ibadah jemaah.
“Saat saya ibadah di Masjid Nabawi sempat terlihat rudal yang terlintas. Tidak mengganggu ibadah, karena jemaah di sini sangat yakin tujuan rudal itu tidak ke Masjid Nabawi tapi ke markas militer Amerika Serikat yang ada di Timur Tengah,” katanya.
Jemaah Senang Kepulangan Ditunda
Pria yang berprofesi sebagai pengacara ini menambahkan, para jemaah umrah tetap menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh keyakinan.
“Kami sangat meyakini bahwa Masjid Nabawi dijaga oleh Allah SWT dan para malaikat-Nya,” ucapnya.
Didik sendiri sejatinya dijadwalkan kembali ke Indonesia setelah sebelumnya berangkat menuju Bandara Jeddah pada 20 Februari 2026. Namun hingga kini, kepastian penerbangan pulang belum diperoleh.
“Balik ke Indonesia seharusnya hari ini, namun masih belum ada informasi terbaru jadi terbang atau tidaknya,” tuturnya.
Dia menyebut sejumlah jemaah yang sudah berada di bandara masih menunggu kepastian jadwal penerbangan dari maskapai. Sementara itu, jemaah yang belum berangkat ke bandara memilih melanjutkan ibadah di Madinah.
“Yang sudah di bandara masih menunggu kepastian. Kalau yang belum ke bandara seperti saya ini menikmati ibadah lebih lama di Masjid Nabawi,” kata Didik.
Menariknya, dia mengaku tidak terlalu mempermasalahkan jika terjadi penundaan kepulangan.
“Justru senang jika terjadi penundaan penerbangan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Khaesar
Editor: Dwi Lindawati








