PASURUAN, Tugujatim.id – Pondasi jembatan di Dusun Betiting, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, ambrol sejak Sabtu (8/4/2023) kemarin, sekitar pukul 03.00 WIB.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Sukorejo, Warno Pujiono menduga bahwa jembatan tak kuat menahan debit air sungai yang naik akibat hujan semalaman. Pondasi jembatan yang sudah tua itu terkikis derasnya aliran sungai hingga ambrol.
“Sehari sebelumnya, di sini terjadi hujan dengan intensitas tinggi juga disertai angin juga,” ucap Warno, pada Minggu (9/4/2023).
Warno menyebut bahwa jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses terdekat yang menghubungkan antara Dusun Betiting dengan Dusun Genitri.
Kerusakan Jembatan Betiting cukup parah hingga tak bisa dilewati kendaraan maupun dengan jalan kaki. Padahal, jalan itu adalah jalur utama yang dimanfaatkan warga untuk beraktivitas maupun jalur anak-anak ke sekolah. Warga terpaksa harus melalui jalan memutar yang cukup jauh akibat ambrolnya jembatan.
“Jembatan tidak bisa dilewati pengendara sepeda dan mobil. Memang ada jalan lain tapi harus memutar jauh,” ungkapnya.
Meski begitu, tak ada korban jiwa dalan insiden ambrolnya Jembatan Betiting. “Kerugiaan sendiri ditaksir mencapai Rp100 juta,” imbuhnya.
Menurut Warno, insiden rusaknya Jembatan Betiting ini sudah dilaporkan Kepala Desa Gunting kepada dinas terkait. Dia berharap, pemerintah setempat bisa segera memperbaiki Jembatan Betiting.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris mengatakan bahwa pihaknya telah mengecek lokasi ambrolnya Jembatan Betiting. “Untuk penanganannya masih menunggu teknis dari dinas terkait,” jelasnya.







