JEMBER, Tugujatim.id – Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Jember mengajukan penambahan kuota LPG 3 kilogram sebesar 50 persen kepada Pertamina Patra Niaga. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026.
Langkah ini diambil khususnya untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha kue kacang di wilayah Mayang dan Pakusari.
Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Jember Sartini mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina Patra Niaga terkait antisipasi kebutuhan kuota LPG saat bulan puasa dan Lebaran nanti.
Baca Juga: Update Pasokan Gas LPG dan BBM di Kabupaten Jember Jelang Nataru 2025/2026
“Kami sudah bersurat untuk minta penambahan kuota. Kalau kemarin kami berkaca diri tahun lalu itu 50 persen dari kuota yang ada sekarang,” ungkap Sartini pada Jumat (23/01/2026).
Dia mengakui adanya dilema terkait penggunaan LPG 3 kilogram bersubsidi oleh pelaku usaha kue kacang. Di satu sisi, industri kue kacang merupakan usaha padat karya yang memberdayakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian daerah.
Namun di sisi lain, dia mengatakan, kapasitas produksi mereka sebenarnya sudah melampaui kategori usaha mikro.
“Ada satu pelaku usaha kue kacang itu sehari produksi produknya itu bisa sampai berton-ton. Dan ini kan tidak, dia bukan lagi miskin yang memakai LPG 3 kilo. Harus dia memakai gas LPG yang non-subsidi,” jelasnya.
Kebutuhan LPG untuk Pesanan Kue Kacang Naik Jelang Ramadhan
Menurut dia, lonjakan kebutuhan LPG terjadi karena pesanan kue kacang meningkat drastis menjelang Ramadhan dan Lebaran. Kondisi ini menciptakan situasi yang dilematis bagi dinas koperasi UMKM dan perdagangan.
“Ini yang sangat dilematis buat kami. Satu sisi mereka padat karya, sisi lain sebenarnya kalau ukuran produknya dan juga bahan yang diproses dalam produksi itu lebih dari ketentuan, sebenarnya dia bukan lagi pelaku usaha mikro,” ujarnya.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Jember berencana mengunjungi dan menyosialisasikan jauh-jauh hari sebelum Ramadhan tiba. Pihaknya mengakui akan mengantisipasi kelangkaan jauh-jauh hari.
Baca Juga: 7 TKP Kasus Pencurian di Tuban, Ada Komplotan Pembobol Warung hingga Gudang LPG
“Kami akan melakukan kunjungan ke teman-teman pelaku usaha kue kacang agar mereka yang seharusnya tidak pakai LPG 3 kilo. Kami sarankan untuk tidak pakai dan beralih ke LPG non subsidi,” tegasnya.
Sartini berharap dengan adanya penambahan kuota LPG dan sosialisasi kepada pelaku usaha, kebutuhannya menjelang Ramadhan dan Lebaran di Kabupaten Jember dapat terpenuhi dengan baik tanpa mengganggu ketersediaan LPG bersubsidi bagi masyarakat yang berhak.
Industri kue kacang di Jember, khususnya di wilayah Mayang dan Pakusari, memang dikenal sebagai sentra produksi yang menyerap banyak tenaga kerja dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, terutama saat musim Ramadhan dan Lebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








