JEMBER, Tugujatim.id – Kabupaten Jember mendapat angin segar dalam program perumahan rakyat setelah kunjungan Menteri Perumahan dan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Dalam kunjungan yang dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait tersebut, Jember mendapat alokasi 10.000 unit rumah subsidi untuk tahun 2026, bahkan ditambah 1.500 unit lagi yang harus rampung di akhir 2025.
“Alhamdulillah Jember mendapat 10.000 rumah subsidi dari Menteri PKP. Awalnya Pak Bupati kita kuatkan hasil rapat 8.000 unit,” ungkap Rendra Wirawan, Sekretaris HIMPERRA (Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat) Jember, Sosialisasi KUR Perumahan dan FLPP di Aula PB Sudirman Pemkab Jember pada Sabtu (18/10/2025) malam.
Penambahan kuota ini bukan tanpa alasan. Menurut Rendra, Jember selalu memenuhi target pembangunan rumah subsidi sehingga menjadi salah satu yang terbaik. Prestasi ini yang membuat Menteri PKP memberikan bonus tambahan 1.500 unit rumah subsidi yang harus diselesaikan dalam waktu singkat hingga akhir tahun 2025.
“Hasil kunjungan di tiga titik, Jember diberikan tambahan sampai akhir tahun ini sebanyak 1.500 rumah subsidi. Ini luar biasa, dalam waktu mepet kita disuruh mempersiapkan perumahan 1.500 unit,” kata Rendra.
Sejalan dengan itu, Ketua HIMPERRA Jember, Moh Hasan Yunus menjelaskan, kehadiran HIMPERRA di Jember bertujuan menambah penyediaan perumahan subsidi untuk rakyat. Program itu dinilai sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 3 juta rumah.
“Kami untuk HIMPERRA di Jember ini menambah penyediaan perumahan subsidi untuk rakyat, sesuai dengan program presiden Prabowo 3 juta rumah,” ujar Hasan.
Namun, Hasan mengakui ada tantangan dalam mewujudkan program ambisius ini, terutama soal ketersediaan lahan. “Lahan itu yang dipermasalahkan sekarang. Itu yang menghambat untuk 3 juta rumah,” katanya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, HIMPERRA berencana berkolaborasi dengan instansi terkait seperti Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan kementerian pusat lainnya.
Program masif perumahan subsidi ini diprediksi memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Jember, terutama dalam penyerapan tenaga kerja. Rendra menjelaskan, pembangunan satu unit rumah minimal melibatkan lima orang pekerja. Dengan target yang meningkat drastis, penambahan tenaga kerja menjadi keniscayaan.
“Satu rumah minimal ada lima orang karyawan yang bergerak sampai menyelesaikan rumah ini. Pasti ada penambahan pekerja karena target kita juga bertambah,” jelas Rendra.
Dalam operasionalnya, satu tim pekerja bisa menyelesaikan 12 rumah per bulan, tergantung kesiapan konsumen. Artinya, ribuan peluang kerja akan terbuka di sektor konstruksi Jember.
Rendra menekankan pentingnya kolaborasi tidak hanya antar anggota HIMPERRA, tetapi juga dengan lembaga profesi dan asosiasi lainnya.
“Penting HIMPERRA hadir di Jember karena kita bisa memberikan warna yang baru, bekerja sama membantu pemerintah dan bekerja sama dengan asosiasi yang lain untuk men-support kegiatan yang cukup bagus ini,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








