PASURUAN, Tugujatim.id – Setelah beberapa hari pencarian, jenazah Muhlason, korban Kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali asal Pasuruan diketemukan pada Jumat (11/7). Jenazah Muhlason langsung dipulangkan ke rumah duka di Dusun Brambang, Desa Gondangwetan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (12/7).
Kepala Desa Brambang, Toyib, megatakan Muhlason menjadi korban dalam insiden tenggelamnya kapal Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya. Jenazah diterima oleh pihak keluarga pada Jumat (11/7) sekitar pukul 15.30 WIB.
“Ketemunya kemarin, saya dapat kabar sekitar jam setengah empat sore,” ujar Toyib, Sabtu Sabtu (12/7).
Identifikasi awal dilakukan berdasarkan kecocokan ciri fisik dan pakaian korban yang langsung dikenali oleh pihak keluarga. Salah satu ciri fisik yang mencolok adalah tanda lahir yang ada di dekat tali pusar korban.
“Kalau dari pihak keluarga ciri-ciri dari baju, baju dalam, dan kaosnya sesuai. Ditambah lagi didekat tali pusarnya ada tanda lahir, itu yang menjadikam pihak keluarga yakin,” ungkapnya.
Pihak keluarga sesaat menunggu hasil tes DNA sebagai bukti ilmiah. Setelah hasil keluar diyatakan cocok, jenazah langsung dibawa pulang ke Desa Kersikan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, kampung halaman orang tua almarhum.
“Jenazah dimakamkan di Kersikan, di rumah orang tuanya,” imbuhnya.
BACA JUGA: Dua Warga Pasuruan Jadi Korban Hilang Kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali
Jenazah sampai di rumah duka pada Sabtu (12/7) sekitar pukul 13.40 WIB. Suasana haru menyelimuti kedatangan jenazah. Puluhan warga dan keluarga sudah menunggu sejak pagi untuk mendoakan korban dan menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Begitu mobil ambulans datang, tangis keluarga akhirnya pecah. Jenazah kemudian langsung dimandikan, dikafani, disalatkan, kemudian dimakamkan di pemakaman umum setempat.
Muhlason dikenal sebagai orang yang pekerja keras. Sehari-hari dia bekerja sebagai tukang mebel dan sering ikut juragannya mengantarkan pesanan hingga ke Bali. Sementara juragan Muhlason bernama Syakur (37), warga Kelurahan Krapyakrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Jenazah Syakur hingga saat ini masih belum diketemukan.
“Ketika kejadian, dia sedang ikut juragannya mengirim mebel ke Bali,” katanya.
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7) malam sekitar pukul 23.20. Kapal mengalami kebocoran di ruang mesin hingga menyebabkan gangguan kelistrikan (blackout), kemudian miring dan tenggelam di tengah kondisi gelombang yang tinggi. Kapal tersebut diketahui tengah berlayar dari pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Laoh Mahfud
Editor: Darmadi Sasongko








