• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pasutri di Kota Pasuruan.

Yulias Miana, 60; dan Djamian, 62; pasutri asal Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, yang berangkat haji bermodal berjualan cincau.(Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Modal Jual Cincau, Pasutri di Kota Pasuruan Bahagia Berangkat Haji ke Tanah Suci

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Bekerja sebagai penjual cincau di pasar tradisional, tidak menyurutkan niat pasutri di Kota Pasuruan ini untuk bisa berangkat haji ke Tanah Suci. Mereka adalah Yulias Miana, 60; dan Djamian, 62, pasutri asal Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Tiap harinya, Miana dibantu Djamian berjualan cincau hitam di Pasar Kebonagung, Kota Pasuruan. Selain cincau, pasutri di Kota Pasuruan ini juga menjual kue basah, dawet, kolang-kaling, hingga bubuk jamu.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Miana sudah menjadi penjual cincau sejak 1983 atau selama 40 tahunan. Dia berjualan cincau untuk membantu perekonomian keluarga.

“Saya harus kerja supaya anak saya bisa sekolah, tidak seperti saya yang hanya lulusan SD. Awalnya modal itu cuma jualan cincau tiga buah kulaknya masih Rp100,” ujar Miana saat ditemui di rumahnya pada Rabu (14/06/2023).

Ibu tiga anak ini menuturkan, setiap hari dia selalu menyisihkan uang untuk tabungan haji. Sedikit demi sedikit hasil jualan cincaunya dikumpulkan dengan sabar.

Menurut Miana, dirinya mulai mengumpulkan tabungan haji sejak 2009. Cita-citanya untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci dia mulai wujudkan pasca anak-anaknya sudah lulus kuliah dan menikah.

Pasutri Kota Pasuruan.
Miana, 60, sudah berjualan cincau di Pasar Kebonagung, Kota Pasuruan, sejak 1983. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

“Saya nunggu anak-anak sudah jadi semuanya. Nabungnya itu kadang ya kalau ada Rp20 ribu, saya tabung. Pas terkumpul sejuta, 2,5 persennya saya zakatkan,” ungkapnya.

Dua tahun setelahnya, tepatnya pada 2011, tabungan yang dikumpulkan Miana pun sudah cukup untuk mendaftar haji. Nenek yang memiliki tujuh cucu ini mengatakan bahwa tabungan haji tersebut awalnya tidak pernah dia ceritakan pada suaminya.

“Suami saya saja ndak tahu kalau ada tabungan. Dia kaget dan baru mau diajak haji setelah yakin dan siap,” imbuhnya.

Setelah menunggu 12 tahun, Miana dan Djamian pun bisa menunaikan rukun Islam kelima. Mereka masuk dalam daftar rombongan jamaah haji 2023. Pasutri di Kota Pasuruan ini masuk dalam kloter 66 dan akan berangkat pada Jumat (16/06/2023).

“Alhamdulillah, Allah berikan berkah pada pekerjaan saya. Hasil kerja saya bareng suami bisa dipakai bersama-sama pergi ke Tanah Suci,” ujarnya.

Tags: Berita Kota Pasuruan hari iniJamaah haji Kota PasuruanKisah pasutri jualan cincau di Kota PasuruanKota Pasuruan hari iniPasutri Kota Pasuruan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
perceraian di Tuban.

Kecantol Pemandu Lagu hingga Tersandung Ekonomi, Sumbang Penyebab Angka Perceraian di Tuban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID