JEMBER, Tugujatim.id – Stunting di Kabupaten Jember menjadi perhatian serius dalam penangannya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus mengupayakan target zero stunting melalui berbagai upaya dilakukan bersama instansi terkait.
Stunting merupakan kondisi gagalnya pertumbuhan secara optimal pada anak yang diakibatkan kekurangan gizi yang kronis. Kondisi tersebut terjadi pada masa pertumbuhan awal, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan.
Karena itu, berbagai strategi dilakukan untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jember melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) gelar Internalisasi Pengasuhan Balita pada Senin (13/05/2024).
Berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Perwakilan BKKBN Jawa Timur Yuyun Evriana menyatakan, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia pada 2023 menunjukkan status gizi balita mencapai angka 21,5 persen. Sedangkan prevalensi stunting di Jawa Timur berada pada angka 17,7 persen.
“Jadi urutan tertinggi ada di Kabupaten Probolinggo dan urutan terendah ada di Kota Surabaya 1,6 persen,” ujarnya.
Yuyun Evriana juga menjelaskan, permasalahan stunting juga menjadi perhatian dunia karena memiliki dampak mulai dari jangka panjang maupun jangka pendek, yang dapat merugikan balita hingga negara.
“Penanganan stunting sejatinya dilakukan sejak pra-konsepsi atau pembuahan hingga usia dua tahun dimana dikenal dengan 1.000 hari pertama kehidupan,” jelasnya.
Dia menjelaskan, permasalahan tumbuh kembang di masa tersebut hingga balita disebabkan oleh faktor multidimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami ibu hamil maupun anak balita.
Nantinya, pengetahuan seputar pelaksanaan tumbuh kembang anak dapat diterapkan oleh keluarga yang memiliki balita dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Yuyun Evriana juga menjelaskan, kualitas pengasuhan menjadi penting untuk menentukan generasi penerus dalam suatu keluarga.
Dia berharap dengan kegiatan tersebut, penurunan stunting semakin gencar dilakukan untuk generasi yang sehat. Tentunya, Yuyun Evriana mengimbau kepada beberapa pihak untuk bekerja sama dan mendukung penurunan stunting di Kabupaten Jember.
“Saya berharap sinergi dan kerja sama yang telah kami mulai bersama tetap berkobar dan semakin solid demi generasi penerus yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Mari bersama mewujudkan generasi Indonesia yang bebas dari stunting,” ujar Yuyun Evriana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








