Kapolres Malang: Salat Tarawih Berjamaah Boleh Dilaksanakan asal Prokesnya Ketat! - Tugujatim.id

Kapolres Malang: Salat Tarawih Berjamaah Boleh Dilaksanakan asal Prokesnya Ketat!

  • Bagikan
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar. (Foto: Rap/Tugu Jatim)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Polres Malang telah memastikan jika pelaksanaan salat Tarawih selama Ramadhan 2021 boleh dilaksanakan secara berjamaah meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Keputusan tersebut berkaca dari Surat Edaran Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2021 yang memperbolehkan salat Tarawih berjamaah.

“Mungkin masyarakat sudah memantau surat edaran dari Menteri Agama bahwa pelaksanaan salat Tarawih (berjamaah) dan buka puasa (bersama) diperbolehkan, tapi dengan protokol kesehatan (prokes) dan hanya 50 persen dari kapasitas ruangan tersebut,” terang Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat dikonfirmasi Kamis (08/04/2021) di Mapolres Malang.

Namun, Hendri memperingatkan jika hanya boleh mengisi jamaah sejumlah 50 persen dari total kapasitas masjid maupun musala.

“Misalnya saat salat Tarawih di masjid, kapasitasnya 500 orang, maka hanya 50 persen saja yaitu 250 orang. Itu pun dengan prokes, itu mutlak harus dilakukan dan benar-benar ketat,” tegasnya.

Karena itu, Hendri akan membuat Program Mantab (Malang Aman Sehat Taat Beribadah) selama  Ramadhan dan Idul Fitri 2021.

“Insya Allah hari Senin (12/04/2021) saya me-launching program Polres Malang dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. Dan salah satu program tersebut adalah melaksanakan dan memastikan pengamanan salat Tarawih berjamaah sesuai prokes dan tidak melebihi aturan 50 persen kapasitas masjid maupun musala,” bebernya.

“Kami juga akan menggandeng ulama-ulama untuk menerangkan imbauan Kamtibmas. Mungkin setelah salat Subuh atau Tarawih juga akan ada programnya juga, yaitu program berbagi kepada sesama,” imbuhnya.

Polres Malang rencananya juga akan membuat dapur umum jelang berbuka puasa.

“Kemudian imbauan-imbauan menjelang buka puasa kami siapkan program operasi pasar untuk memastikan tidak ada kenaikan harga bahan pokok. Selain itu, ada juga operasi yustisi untuk memastikan prokes dilaksanakan,” ungkapnya.

Terakhir, dia memastikan jika setelah sahur atau menjelang salat Tarawih tidak akan ada lagi kegiatan balap liar.

“Kemudian pagi hari setelah sahur, kami pastikan tidak ada balap liar dan kegiatan lainnya menjelang saat Subuh. Saat menjelang buka, tidak ada kegiatan yang mengakibatkan kerumunan yang bisa menambah jumlah pasien Covid-19,” ujarnya.

 

  • Bagikan