MOJOKERTO, Tugujatim.id – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Mojokerto terus digencarkan pemerintah daerah setempat. Seperti terlihat dari pembangunan KDMP pertama di Mojokerto, Jumat (17/10/2025), di Gunungsari, Dawarblandong. Pembangunan koperasi ini menjadi wujud kolaborasi untuk meningkatkan ekonomi lokal.
“Program ini menjadi bagian Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Koperasi Merah Putih merupakan salah satu upaya nyata memperkuat ekonomi masyarakat dengan semangat gotong royong,’’ kata Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa lewat keterangan resmi.
Baca Juga: Satgas KDMP Nasional Kunjungi Mojokerto, Ada Apa?
Pembangunan KDMP pertama di Mojokerto ini menjadi bagian dari 800 titik Koperasi Merah Putih se-Indonesia yang serentak dibangun pada Jumat (17/10/2025).
“Selanjutnya terus berkembang hingga 80.000 koperasi berdiri di seluruh desa di Indonesia,” imbuh Bupati Albarraa.
Pemkab Target Semua Koperasi Beroperasi sebelum Akhir 2025
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menargetkan Koperasi Desa Merah Putih beroperasi total sebelum akhir 2025. Sementara itu, langkah ini diawali dengan dibukanya 2 kopdes di Gempolkrep, Gedeg dan Ketapanrame, Trawas.
“Seluruh kecamatan sudah siap dari sisi administrasi. Kami target 30 kopdes sudah aktif pada Agustus, untuk November menjadi 150 kopdes, sehingga akhir tahun nanti seluruh desa atau kelurahan sudah aktif,” terang Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa melalui keterangan resmi, Selasa (22/07/2025).
Model distribusi logistik kopdes Merah Putih sendiri berasal dari sumber utama, meliputi Pertamina, Bulog, Pupuk Indonesia, hingga Gempolkrep. Komoditas yang tersedia pada koperasi tersebut di antaranya beras, gas elpiji, pupuk, hingga gula. Pemangkasan jalur distribusi diklaim mampu menekan harga jual komoditas.
“Bukan sekadar koperasi. Solusi supaya warga desa setempat mendapat harga terjangkau ketika membeli kebutuhan sehari-hari,” tandas Bupati Albarraa.
Tidak hanya menyediakan komoditas pokok, kopdes Merah Putih turut menyediakan layanan pendukung kesehatan yakni apotek serta akses keuangan melalui bank yang masuk dalam jaringan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti BRI, Mandiri, dan BNI. Layanan pendukung ini disiapkan agar kopdes Merah Putih tidak hanya berfokus pada sektor distribusi barang, namun juga menjadi wadah bagi warga untuk mendapat akses kesehatan dan keuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








