Kejari Bojonegoro Musnahkan Barang Bukti dan Lelang Rampasan 81 Perkara Sepanjang Satu Tahun

Kejari Bojonegoro Musnahkan Barang Bukti dan Lelang Rampasan 81 Perkara Sepanjang Satu Tahun

  • Bagikan
Pemusnahan dan lelang barang bukti rampasan oleh Kejari Bojonegoro, Rabu (01/12/2021).
Pemusnahan dan lelang barang bukti rampasan oleh Kejari Bojonegoro, Rabu (01/12/2021). (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.idKejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro memusnahkan barang bukti dan lelang rampasan barang bukti 81 perkara tindak pidana umum dan ringan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) sepanjang Desember 2020 hingga November 2021.

Pemusnahan barang bukti berlangsung di halaman Kejari Bojonegoro itu dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Badrut Tamam bersama Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, Rabu (01/11/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Badrut Tamam, menyatakan barang bukti 81 perkara yang dimusnahkan berupa narkotika, senjata tajam seperti sabit dan celurit, peredaran obat terlarang, hingga uang palsu.

“Terkait giat hari ini merupakan hal yang perdana dilakukan di Bojonegoro, yakni pemusnahan barang bukti dari perkara yang ditangani berdasarkan keputusan hukum tetap,” tegasnya.

Lanjut Badrut Tamam, pemusnahan ini merupakan tugas kami sebagaimana putusan pengadilan serta wujud melaksanakan putusan pengadilan. Selain itu, pihaknya juga melakukan pelelangan barang yang dirampas negara, namun secara ekonomis.

Petugas memusnahkan barang bukti rampasan Kejari Bojonegoro. (Foto: Dokumen)

“Seperti mobil merk grand livina senilai Rp 40 juta dan motor yang digunakan sebagai sarana kejahatan. Rata-rata motor digunakan untuk mencuri kayu atau kita sebut motor bodong,” ucap Kajari Bojonegoro itu.

Pemusnahan barang bukti dilakukan dengan berbagai macam cara, mulai dibakar, dihancurkan dengan alat berat, dan dilarutkan. Sementara, untuk penjualan/lelang sudah ditentukan oleh Kajari Bojonegoro.

“Paling tinggi sebesar Rp 35 juta, nantinya akan masuk ke dalam pendapatan negara bukan pajak (PNBP),” imbuhnya.

Terkait pelelangan, Kejaksaan Negeri Bojonegoro telah menyediakan akses secara online melalui website kejaksaan Negeri Bojonegoro.go.id.

“Bahkan barang bukti yang tidak dimusnahkan hari ini, kami juga siap mengantar secara langsung kepada pemilik yang berhak,” pungkasnya.

  • Bagikan