• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
marketplace guru tugu jatim

Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim. Foto: Instagram @nadiemmakarim

Kemendikbudristek Bakal Terapkan Marketplace Guru di 2024

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Tugujatim.id – Belakangan ini publik ramai memperbincangkan Marketplace Guru, sebuah program yang diwacanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk dimulai 2024 mendatang.

Rencana tersebut diungkapkan oleh Mendikbudristek, Nadiem Makarim ketika rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, pada Rabu, 24 Mei 2023 lalu.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Ia menyebut bahwa rencana tersebut telah melalui proses diskusi bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Market Place untuk guru adalah suatu database yang nanti akan didukung secara teknologi di mana semua sekolah ini bisa nanti mengakses siapa saja sih yang bisa jadi guru dan siapa yang saya mau undang untuk menjadi guru di sekolah saya,” kata Nadiem, pada rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, pada Rabu (24/5/2023) lalu.

Langkah yang diambil oleh Kemendikbudristek dinilai dapat mengatasi permasalahan guru honorer, yang mana pada 2024 mendatang akan diterapkan secara permanen. “Kita mau mengatasi masalah honorer ini secara permanen,” ujarnya.

Nadiem mengungkapkan bahwa terdapat beberapa permasalahan terkait perekrutan PPPK guru. Pertama, adanya kekosongan guru secara tiba-tiba sehingga sekolah terpaksa merekrut guru honorer. Kedua, sistem rekrutmen guru di masing-masing sekolah berbeda. Ketiga, Pemda tidak mengajukan formasi guru ASN yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Nadiem menyebut, di dalam marketplace guru hanya boleh diisi oleh dua jenis guru. Pertama guru honorer yang sudah lulus seleksi calon guru ASN dan kedua guru yang lulus PPG pra jabatan.

“Dan juga, semua guru honorer yang ikut seleksi PPG pra jabatan bisa mendaftarkan diri dalam marketplace dan kita tahu bahwa karena kriterianya sudah ketat, semua guru atau calon guru yang masuk marketplace ini sudah berhak untuk mengajar di sekolah,” ujar Nadiem.

Kemudian, perekrutan guru yang sebelumnya dilakukan secara terpusat akan diubah polanya menjadi real time yakni mengikuti kebutuhan masing-masing sekolah di setiap daerah, sehingga sekolah bisa kapan saja merekrut guru.

Lebih lanjut, Nadiem menjelaskan bahwa anggaran gaji atau tunjangan ASN yang saat ini berada di Pemda akan dialihkan langsung ke sekolah.

“Jadi sama persis dengan anggaran Danabos. Kami akan mentransfer anggaran ini kepada sekolah langsung. Dan itu hanya boleh digunakan untuk perekrutan guru yang ada di dalam marketplace jadi memang dikunci penggunaan dana itu,” jelasnya.

Dengan begitu, Nadiem berharap agar tidak ada penyelewengan anggaran dalam proses perekrutran guru.

“Artinya dana yang ditransfer ke sekolah itu hanya boleh diberikan kepada calon guru yang ada di dalam database, di luar itu akan ada pelanggaran. Dengan adanya sistem marketplace terbuka seperti ini tidak ada lagi opsi untuk menggunakan anggaran untuk bisa merekrut honorer. Jadi kita tidak mau menciptakan masalah di masa depan,” bebernya.

Kabid Advokasi Guru PPG, Iman Zanatul Haeri dalam cuitannya di akun Twitter miliknya, @zanatul_91 menilai bahwa program baru yang dicanangkan pada 2024 oleh Kemendibudristek merupakan bukan langkah yang tepat.

“Seleksi PPPK guru yang amburadul, yang tentu saja telah melibatkan puluhan platform dan website buatan pemerintah, kini solusinya adalah dengan menambah platform tambahan ‘marketplace guru’. Degradasi profesi guru sedang menukik tajam, kencangkanlah ikat pinggang,” tulisnya.

Tags: berita jakartaBerita Jakarta hari iniJakartaKemendikbudristekmarketplace guru
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
jemaah haji tugu jatim

Satu Jemaah Haji Asal Madiun Meninggal di Madinah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID