Tugujatim.id – Kelezatan menu-menu lezat, sebagian menjadi ancaman kesehatan yang serius. Banyak orang merasakan setelah masa libur Lebaran usai, gejala kolesterol dan asam urat mulai muncul.
Euforia Hari Raya Idulfitri biasanya memang tak lepas dari tradisi makan besar bersama keluarga besar. Hidangan ikonik seperti opor ayam yang gurih, rendang daging yang kaya bumbu, hingga camilan khas seperti emping melinjo dan aneka kue kering hampir selalu memenuhi meja makan.
Saat Ramadan berakhir dan Hari Raya dimulai, banyak orang merasa bahwa mereka bisa makan sesuka hati. Tidak jarang orang mulai merasakan masalah dengan kesehatan seperti berat, lelah dan sakit.
Gejala ini adalah hal yang normal terkait perjalanan atau kurang tidur. Gejala ini menjadi pengingat masalah kesehatan yang disebabkan oleh pola makan tidak sehat yang sering diabaikan.Kolesterol tinggi, asam urat, dan purin adalah risiko kesehatan serius yang dapat mempengaruhi orang setelah Hari Raya.
Ketidaktahuan akan gejala awal kolesterol dan asam urat ini sering kali berujung pada komplikasi yang lebih berat jika tidak segera ditangani. Penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda tubuh yang mulai “protes” akibat pola makan sembarangan selama hari raya.
Berikut adalah lima gejala kolesterol tinggi dan asam urat yang sering dikeluhkan banyak orang setelah Lebaran:
1. Tengkuk Terasa Berat, Kaku dan Pegal
Keluhan yang timbul akibat mengonsumsi makanan yang mengandung santan kental dan daging berlemak adalah kekakuan dari leher hingga bahu. Salah kaprah percaya bahwa nyeri tersebut disebabkan tidur dengan bantal yang tidak nyaman.
Bisa juga karena peningkatan kadar low density lipoprotein (LDL) kolesterol yang beredar dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan pembentukan plak dan penyempitan pembuluh darah yang menyuplai oksigen ke otak.
2. Nyeri Tajam dan Panas di Persendian
Hati-hati terhadap serangan asam urat jika muncul rasa nyeri menghantam di sendi dan terasa di jempol kaki besar, serta pergelangan tangan atau lutut.
Kadar purin dalam organ hati, emping melinjo, dan daging merah yang dikonsumsi saat berkumpul menjadi pemicu pembentukan kristal asam urat tajam yang menumpuk di sendi.
Karakteristik nyeri ini biasanya sangat khas; sendi akan terlihat kemerahan, terasa panas saat disentuh, dan rasa sakitnya akan memuncak pada pagi hari saat pertama kali bangun tidur atau ketika cuaca dingin.
3. Rasa Kantuk Tidak Wajar dan Cepat Lelah
Setelah liburan Lebaran, umum bagi banyak orang untuk mengalami kelelahan ekstrem, apati, dan mengantuk. Gejala ini dapat muncul karena efek samping dari kadar kolesterol tinggi dan pengaruhnya pada pembuluh darah.
Ketika pembuluh darah menyempit akibat plak lemak, jantung harus bekerja jauh lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Dampaknya, suplai oksigen ke otak berkurang, yang secara otomatis membuat Anda merasa terus-menerus kehilangan energi, sering menguap, dan sulit berkonsentrasi saat kembali bekerja.
4. Kesemutan Berulang pada Kaki dan Tangan
Apakah Anda pernah merasakan sensasi kesemutan yang mengganggu di tangan dan kaki yang datang dan pergi? Ini adalah hasil dari kemungkinan penumpukan kolesterol darah yang mudah beredar yang mungkin menyumbat pembuluh darah kecil.
Kurangnya sirkulasi darah yang cukup ini menjadi penyebab sensasi tersebut menjadi gangguan dan ketika terjadi secara sering dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
5. Tumit Terasa Sakit Saat Menapakkan Kaki
Setelah liburan Idul Fitri, banyak orang juga mengeluhkan nyeri di tumit saat mereka bangun setelah bangun tidur. Kebanyakan orang hanya menganggap ini karena terlalu lama berdiri dan berjalan untuk menghibur tamu selama Lebaran atau selama mudik.
Namun, rasa nyeri yang seperti tertusuk ini sering kali berkaitan erat dengan kadar asam urat yang melonjak tinggi atau peradangan pembuluh darah akibat kadar lemak darah yang tidak terkontrol.
Mengabaikan sinyal-sinyal di atas dapat berisiko pada kesehatan jangka panjang. Momen Lebaran memang waktu yang tepat untuk merayakan kemenangan, namun menjaga kesehatan setelahnya adalah kunci agar tetap produktif saat kembali bekerja.
Segera lakukan pengecekan kadar darah secara berkala untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Annisa Syalsyavia/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








