Kenali Ciri Depresi dari Dua Sisi

Kenali Ciri Depresi dari Dua Sisi

  • Bagikan
Ilustrasi depresi dan cara mengenalinya/tugu jatim
Ilustrasi depresi dan cara mengenalinya. (Foto: Pinterest)

Oleh: Rahmawati*
Tugujatim.id – Pada masa pandemi ini, penderita depresi mengalami peningkatan. Buku panduan tentang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS 2021) menjelaskan lebih dari 60 persen orang mengalami gejala depresi. Lalu, sebenarnya apa sih itu depresi?

Menurut Beck dan Alford (2009), depresi merupakan sebuah gangguan psikologis yang ditandai dengan penyimpangan perasaan, kognitif, dan perilaku individu. Individu yang menunjukkan perilaku menarik diri dari lingkungannya.

Dalam pengertian di atas, depresi identik dengan seseorang yang sedih dan merasa kacau. Jangan salah, meskipun seseorang  terlihat bahagia tetapi bisa terindikasi sedang mengalami depresi loh.  Untuk itu, mari kita kenali ciri-ciri depresi dari dua sisi.

Sisi Pertama

Pada tipe pertama atau sisi pertama ini, ciri depresi pada umumnya diketahui semua orang. Yaitu, orang dengan depresi terlihat sedih, suka mengisolasi atau mengurung diri, berjuang untuk menjaga kebersihan atau penampilannya.

Karena biasanya seseorang yang terkena depresi kurang peduli dengan kebersihan dan cenderung malas, dan yang terakhir banyak menghabiskan waktunya dengan berbaring di tempat tidur sepanjang hari tanpa melakukan apa-apa.

Sisi Kedua

Pada tipe kedua ini, orang depresi mempunyai ciri yang berkebalikan dengan tipe satu. Bahkan mungkin jarang orang mengetahuinya. Ciri tersebut yaitu, terlihat ceria dan humoris. Dia tetap mampu bersosialisi dengan orang lain. Juga, tetap bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan tetapi tidak mampu menikmatinya.

Mampu mengerjakan pekerjaan lebih keras tetapi hanya dijadikan sebagai pelarian, dan yang dia dapat menyembunyikan perasaanya agar tidak menjadi beban orang lain.

Itulah dua sisi ciri depresi, mungkin di antara kita ada yang mengalami depresi dan kita tidak mengetahuinya. Dengan bekal penjelasan di atas coba untuk lebih peka terhadap lingkungan kita. Mungkin banyak orang di sekeliling kita yang sedang tidak baik-baik saja dan butuh kita.

*Penulis adalah member Pondok Inspirasi.

  • Bagikan