• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Impulsive Buying.

Ilustrasi kegiatan berbelanja online. (Foto: Pinterest)

Sering Beli Barang Tak Terlalu Penting karena Gengsi? Yuk Kenali Gejala Impulsive Buying dan Cara Mengatasinya!

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Hiburan
1
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Pernahkah kamu tiba-tiba merasa tertarik untuk membeli sesuatu, bahkan barang yang tidak terlalu penting? Hati-hati, jangan-jangan kamu terkena gejala impulsive buying!

Impulsive buying itu membeli secara impulsif, biasanya didorong oleh emosi sesaat. Ini adalah perilaku yang tidak direncanakan sebelumnya. Di era modern, fenomena ini semakin marak terutama dengan kemudahan berbelanja online.

You might also like

Spot prewedding di Jatim.

6 Spot Prewedding di Jatim yang Mirip Luar Negeri, Harga Terjangkau

13/06/2026 3:29 PM
Olahan daging homemade.

4 Kreasi Olahan Daging Homemade yang Anti Bosan, Rasanya Juara!

07/06/2026 11:16 AM

Baca Juga: Horor Parasyte: The Grey, Serial Drama Korea Netflix Terbaru 2024 Garapan Sutradara Train to Busan

Membeli sesuatu tanpa persiapan dan tanpa memahami fungsi, tujuan, dan konsekuensi dari pembelian tersebut dikenal sebagai pembelian impulsif. Orang-orang yang melakukan pembelian impulsif dikuasai oleh emosi. Salah satu emosi yang paling dominan adalah ketakutan akan kehilangan momen (Fear of Missing Out). Biasanya tindakan ini terjadi karena adanya suatu dorongan yang memengaruhi tindakannya seperti penempatan barang di posisi tertentu atau teknik promosi yang menarik.

Impulsive buying dapat berupa pembelian offline atau secara online dan dikarenakan adanya iklan yang muncul di media sosial dan situs e-commerce. Hal ini membuat seseorang akan lebih mudah tergoda untuk membeli secara impulsif.

Faktor-Faktor Pemicu Impulsive Buying

1. Emosi

Seseorang dapat menjadi impulsif untuk berbelanja jika mereka bosan, kesepian, stres, atau sangat gembira. Emosi negatif seperti stres sering kali diredakan dengan “retail therapy” yang bersifat sementara.

2. Gaya Hidup Konsumerisme

Orang-orang yang terpapar banyak iklan dan promosi, terobsesi dengan tren, dan menganut gaya hidup konsumerisme lebih rentan terhadap pembelian impulsif.

3. Kemudahan Berbelanja Online

Transaksi online yang mudah dan cepat 24 jam sehari membuat belanja impulsif semakin mudah. Konsumen tergoda untuk melakukan pembelian spontan dengan beberapa klik yang tidak perlu menggunakan usaha yang besar.

4. Geografis dan Aspek Budaya

Faktor-faktor geografis dan budaya dapat memengaruhi keputusan impulsif untuk membeli sesuatu.

5. Visual Merchandising

Visual merchandising sendiri adalah seni atau keterampilan untuk menampilkan produk dengan cara yang menarik sehingga pelanggan tertarik untuk melihat atau bahkan membelinya.

6. Shopping Lifestyle

Keinginan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup mengenai fashion yang semakin berkembang sehingga ketika dengan gaya hidup seperti itu akan melakukan kegiatan berbelanja yang menimbulkan perilaku impulsive buying.

Selain itu, gejala impulsive buying juga dapat menimbulkan beberapa dampak negatif seperti masalah keuangan yaitu dengan belanja impulsif maka dapat menguras uang yang mengakibatkan tagihan menumpuk dan mengganggu perencanaan keuangan dalam jangka panjang.

Selain itu, menimbulkan rasa penyesalan setelah emosinya mereda pembeli impulsif sering kali merasa menyesal karena barang yang dibeli tidak lagi diperlukan hingga hal tersebut menimbulkan stres. Ironisnya hal tersebut terjadi karena pembeli membeli sesuatu secara impulsif untuk meredakan stres yang malah dapat mengakibatkan stres finansial di kemudian hari.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Series Netflix 2024 Terbaru, Lengkap Semua Genre: Lokal, Western, Anime, hingga Drama Korea!

Cara Mengatasi Impulsive Buying

1. Evaluasi Kebutuhan

Sebelum membeli barang, pikirkan apakah barang tersebut benar-benar hanya diinginkan atau diperlukan.

2. Melatih Kesadaran

Mengidentifikasi pola dan situasi yang mendorong impulsive buying membantu untuk menjadi lebih sadar akan kecenderungan gejala ini.

3. Menggunakan Teknologi

Gunakan aplikasi atau fitur perangkat pintar untuk membuat daftar belanja, mengawasi anggaran, atau menerima pemberitahuan tentang pembatasan pengeluaran.

4. Menggunakan Uang Tunai

Jika menggunakan kartu kredit dan debit, gunakan uang tunai karena faktanya kemajuan teknologi dapat memicu keinginan untuk membeli sesuatu yang berlebihan karena tidak perlu bersusah payah membawa uang yang banyak.

5. Menggunakan Metode 50/30/20

Alokasikan pendapatan kamu sebesar 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk memenuhi keinginan pribadi (lifestyle/self-reward), dan 20% untuk tujuan keuangan lainnya (tabungan/investasi).

6. Membuat Rencana Belanja

Buat daftar barang yang ingin dibeli dan prioritaskan pembelian barang yang memang sedang dibutuhkan daripada sedang diinginkan.

7. Bandingkan Harga

Membandingkan harga dari toko ke toko lain dapat menjadi cara yang ampuh untuk menghindari impulsive buying.

Hal-hal tersebut dapat digunakan untuk mengatasi impulsive buying yang dapat membantu mengendalikan keinginan untuk berbelanja impulsif saat berbelanja dan mengelola keuangan dengan lebih bijak. Gejala ini dapat diatasi dengan kesadaran diri dan strategi pengelolaan keuangan yang baik.

Ingat, membeli sesuatu karena gengsi sesaat dapat berakibat menguras dompet dalam jangka panjang. Belanjalah dengan cerdas dan sesuai kebutuhan bukan karena dorongan emosi sesaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Dhevia Tripitakananda/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Belanja implusif adalahCara mengatasi impulsive buyingFenomena impulsive buyingImpulsive buying adalahTips mengatasi impulsive buying
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Spot prewedding di Jatim.

6 Spot Prewedding di Jatim yang Mirip Luar Negeri, Harga Terjangkau

by Dwi Linda
13/06/2026 3:29 PM
0

Tugujatim.id – Spot prewedding di Jatim ternyata nggak kalah estetik dibanding lokasi foto di luar negeri. Buat kamu yang lagi...

Olahan daging homemade.

4 Kreasi Olahan Daging Homemade yang Anti Bosan, Rasanya Juara!

by Dwi Linda
07/06/2026 11:16 AM
0

Tugujatim.id – Olahan daging homemade bisa menjadi ide menarik untuk menghabiskan stok daging sapi yang masih tersimpan di kulkas setelah...

Sapi Madura.

Jejak DNA Banteng Liar pada Sapi Madura, Warisan Genetik Langka yang Terancam Hilang

by Dwi Linda
07/06/2026 9:24 AM
0

MADURA, Tugujatim.id - Indonesia ternyata menyimpan kekayaan genetik ternak yang unik di dunia. Penelitian terbaru mengungkap bahwa sejumlah sapi Madura...

Kebersihan rumah.

Jangan Diabaikan! Ini 10 Kebiasaan yang Membantu Menjaga Kebersihan Rumah

by Dwi Linda
06/06/2026 10:15 AM
0

Tugujatim.id - Bingung kenapa rumah selalu terlihat kotor dan berantakan? Yuk simak, Tugu Jatim bakal kasih tahu kamu kebiasaan apa...

Next Post
Kades Sampangagung.

Sikat Dana APBDes, Begini Modus Kades Sampangagung Mojokerto Korupsi hingga Rp360 Juta

Comments 1

  1. Pingback: Asyiknya Main di Kebun Pak Budi Pasuruan, Wisata Edukasi Anak dan Keluarga Cocok Dikunjungi saat Weekend Tiba - Tugujatim.id

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID