News  

Keringat Lelaki Lajang Lebih Bau Daripada yang Sudah Menikah

Benarkah?

keringat lelaki tugu jatim
Ilustrasi bau badan. Foto: pixabay

Tugujatim.id – Bau badan lelaki lajang dan yang sudah menikah ternyata berbeda. Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi di tahun 2019 yang dilakukan oleh Universitas Macquarie, dengan judul “Do Single Men Smell and Look Different to Partnered Men?”.

Dalam studi yang dipublikasi lewat Frontiers, data diperoleh dari eksperimen yang dilakukan oleh 82 wanita heteroseksual berusia 18-35 tahun untuk menilai bau badan dari kaos yang telah dikenakan oleh 91 laki-laki heteroseksual. Dalam kasus ini, kaos dipakai selama tidak lebih dari 24 jam dengan melakukan aktivitas fisik yang menghasilkan keringat.

Ditemukan bahwa ternyata pria lajang terbukti memiliki tingkat testosteron yang lebih tinggi dibandingkan pria yang sudah berpasangan. Untuk diketahui, penelitian sebelumnya mengatakan bahwa kadar hormon testosteron yang lebih tinggi dikaitkan dengan bau badan yang lebih intens atau tajam.

Jika pada wanita kadar hormon mengalami perubahan akibat siklus menstruasi, menariknya perubahan kadar hormon pria ditemukan perbedaan berdasarkan status hubungan mereka. Berbagai hormon seperti kortisol dan testosteron terbukti dapat mempengaruhi kualitas bau badan pria. Diperoleh kesimpulan bahwa tingkat testosteron yang lebih rendah dikaitkan dengan hubungan romantis.

Selain itu, diperoleh penjelasan bahwa bau badan yang dihasilkan dapat menandakan kesehatan fisik dan kesesuaian genetik dengan calon pasangan. Dalam penelitian lain menunjukkan bahwa pria lajang memiliki hasil kesehatan fisik dan mental yang lebih buruk dibandingkan dengan pria yang telah berpasangan.

Alasan yang ditemui dari penelitian ini adalah laki-laki yang telah menikah secara signifikan lebih mungkin untuk mendapatkan perawatan kesehatan karena pengaruh pasangan mereka dibandingkan dengan laki-laki yang belum menikah. Terlepas bukti pria lajang cenderung kurang sehat, dampak kesehatan yang positif dari memiliki pasangan dapat menjelaskan temuan mereka.

Melansir dari Men’sHealth, tubuh manusia memiliki dua jenis kelenjar keringat yang berbeda. Kelenjar Ekrin menghasilkan keringat akibat olahraga sedangkan kelenjar Apokrin biasanya hanya ditemukan di daerah ketiak yang diaktifkan saat berada di bawah tekanan psikologis, dapat dikatakan sebagai “keringat stress”.

Jadi bagaimana, apakah kalian setuju dengan hasil dari penelitian di atas?