TUBAN, Tugujatim.id – Kawasan makam Sunan Bonang kembali dipenuhi oleh tangisan dan jeritan bocah peserta khitanan massal pada peringatan Haul Sunan Bonang ke-515 tahun 2024, Kamis (25/07/2024).
Seperti tahun-tahun sebelumnya, khitanan massal ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang diadakan oleh panitia haul untuk memeriahkan peringatan tokoh agama yang sangat dihormati tersebut. Anak-anak dari berbagai daerah, termasuk Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan, mengikuti acara ini dengan antusias.
Pada acara khitanan massal kali ini, tercatat sebanyak 89 anak yang berpartisipasi, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti oleh 61 anak.
Baca Juga: PN Surabaya Bebaskan Ronald Tannur, Keluarga Dini: Mencederai Keadilan
Usmandi, panitia Haul Sunan Bonang, menjelaskan, selain puncak acara pengajian umum yang akan dihadiri oleh KH Zulfa Musthofa, khitanan massal menjadi salah satu kegiatan utama yang dinantikan oleh masyarakat.
“Pada tahun ini, jumlah peserta khitanan meningkat signifikan dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan ini,” ujar Usmandi.
Dia juga menambahkan, berbeda dengan tahun sebelumnya yang melibatkan tenaga medis, tahun ini khitanan dilakukan secara tradisional atau yang dikenal dengan sebutan “Calak”.
M. Cahyo Utomo, salah satu peserta khitanan massal asal Kelurahan Baturetno, Kecamatan Tuban, mengungkapkan kebahagiaannya mengikuti acara ini.
“Rasanya tidak begitu sakit, hanya perih sedikit,” ujar Cahyo yang kini duduk di kelas 5 SD.
Baca Juga: Inilah Rekayasa Arus Lalu Lintas Selama Perayaan Haul Sunan Bonang Tuban 2024
Dia juga menyebutkan, selain mendapatkan pengalaman berharga, dirinya menerima pakaian muslim, sarung, kopiah, dan uang saku sebagai bentuk apresiasi dari panitia. Hal serupa disampaikan oleh Miftahurozaq, peserta lain dari Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban. Dia mengaku berani mengikuti khitanan massal karena banyak temannya yang juga ikut.
“Banyak teman-teman yang ikut, jadi saya berani,” katanya dengan semangat.
Khitanan massal ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi para peserta untuk menjalankan salah satu sunah nabi, tetapi juga sebagai ajang untuk mencari berkah dari Sunan Bonang. Tradisi ini terus dilestarikan oleh masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan dan peringatan kepada tokoh agama yang berjasa bagi perkembangan Islam di wilayah Nusantara ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








