MALANG, Tugujatim.id – Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya sinergi dan kerja keras bersama dalam menghadapi tantangan pembangunan dan renovasi pasar tradisional. Hal ini diungkapkan Khofifah saat blusukan menemui para pedagang Pasar Besar Malang, Rabu (6/11/24).
“Itu kerja keras semua pihak, relawan luar biasa, partai pengusung luar biasa, dan kami mengikuti dengan gerak yang insya Allah sinergi semuanya. Jadi kita menjaga dan waspada, kerja keras lahir batin,” ujar Khofifah dihadapan awak media.
Khofifah menjelaskan bahwa proses renovasi pasar di Jawa Timur memerlukan pemahaman terhadap regulasi terkait kewenangan.
“Kita ini bekerja ada basis regulasinya, jadi kalau undang-undang tentang pemerintahan daerah ada hak yang menjadi kewenangan kabupaten atau kota, ada yang menjadi kewenangan provinsi, dan ada yang menjadi kewenangan pusat,” jelasnya.
Ia mencontohkan beberapa proyek renovasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat di beberapa daerah yang ada di Jawa Timur.
“Pasar Perak di Jombang itu full dibantu oleh Pemprov, begitu pula dengan Pasar Baru Pasuruan. Ada juga pasar yang dibantu oleh pusat seperti Pasar Among Tani Kota Batu,” lanjutnya.
Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk membahas renovasi dan pengembangan pasar-pasar tradisional yang membutuhkan perbaikan.
Literasi Digital untuk UMKM
Selain renovasi fisik, Khofifah menyoroti pentingnya literasi digital bagi para pelaku usaha di pasar tradisional. Ia mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah memulai berbagai program pelatihan digital bagi UMKM di Malang, termasuk di Karangploso.
“Di Karangploso itu, kita ada kerja sama dengan Shopee, di mana program ini sudah berjalan selama dua tahun dan diperpanjang. Semua pelatihan ini free of charge. Satu batch terdiri dari 40 orang dan berlangsung selama tiga bulan,” kata Khofifah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara memotret produk, memasarkan secara online, serta melakukan live streaming.
“Harapannya, UMKM kita semua naik kelas. Penjualan online seperti di pasar tradisional dapat diakses, mungkin bukan oleh penjualnya langsung, tapi anggota keluarganya yang sudah mendapat penguatan literasi digital,” tambah Khofifah
Saat ditanya mengenai aspirasi para pedagang, Khofifah menyebutkan bahwa sebagian besar, yaitu 99 persen, menyampaikan dukungan dan doa untuknya.
“Ada satu yang menyampaikan harapan untuk renovasi Pasar Besar ini,” ujarnya.
Khofifah berkomitmen untuk terus mendorong transformasi pasar tradisional di Jawa Timur agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tetap relevan di era digitalisasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Yona Arianto Anggoro
Editor: Darmadi Sasongko








