MALANG, Tugujatim.id – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025. Capaian kinerja pelayanan Imigrasi Malang termasuk kontribusi penerimaan negara telah melampaui target yang ditetapkan di tahun 2025.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Anggoro Widjanarko menjelaskan realisasi penerimaan negara sepanjang 2025. Di sektor pendapatan paspor telah mencapai Rp 41 milyar atau 169 persen dari target Rp 24 milyar.
“Lalu pendapatan izin keimigrasian dan izin masuk kembali mencapai 10,4 milyar atau 209 persen dari target Rp 4,9 milyar,” kata Anggoro, Rabu (17/12/2025).
Kemudian pendapatan pelayanan keimigrasian lainnya mencapai Rp 1,3 milyar atau 339 persen dari target Rp 355 juta. Sementara pendapatan sewa tanah, gedung dan bangunan mencapai Rp 3,8 juta atau 79 persen dari target Rp 4,8 juta.
Di sisi lain, realisasi anggaran Imigrasi Malang tahun 2025 dari pagu Rp 12,8 milyar telah terealisasi sekitar 94 persen atau sebesar Rp 12,4 milyar per 16 Desember 2025.
Sepanjang tahun 2025 ini, Imigrasi Malang telah menerbitkan 59.091 paspor yang terdiri dari 40.107 paspor baru dan 18.984 paspor pengantian. Dimana, paspor elektronik yang diterbitkan sebanyak 51.639 paspor dan paspor non elektronik sebanyak 7.452 paspor.
Kemudian soal penerbitan izin tinggal keimigrasian, Imigrasi Malang telah menerbitkan 4.061 dokumen. Angka itu terdiri dari perpanjangan izin tinggal, penerbitan dan perpanjangan ITAS, ITAP, penerbitan fasilitas keimigrasian Affidavit, perubahan data, perpanjangan izin tinggal kunjungan VOA, penerbitan SKIM, EPO/ERP dan MREP.
“Terkait pengawasan dan penindakan, tahun ini kami lakukan deportasi WNA sebanyak 11 kasus hingga perkara overstay 72 kasus,” ucapnya.
Mereka berasal dari berbagai negara. Mulai dari China, Malaysia, USA, Yaman, Belanda, Pakistan, Polandia, Kanada, Turki, Korea Selatan, Vietnam, Australia, Inggris, Prancis, Spanyol, Banglades, Libya, Sudan hingga Mesir.
Dalam upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sesuai arahan Kementerian Imipas, Imigrasi Malang telah membentuk 4 desa pembinaan Imigrasi di Kabupaten Malang. Kemudian sosialisasi kepada sekolah sekolah hingga calon Pekerja Migran Indonesia.
Sejauh ini, catatan Imigrasi Malang terkait survey kepuasan masyarakat tahun 2025 cukup baik yakni mencapai angka 3,96 dan indeks persepsi anti korupsi (IPK) di angka 96.
Sepanjang tahun 2025, Imigrasi Malang juga telah menorehkan berbagai prestasi penghargaan. Mulai dari Anugrah Humas Indonesia Terbaik dari Kementerian Imipas, Penghargaan Pengelolaan Pengaduan Terbaik Indonesia 2025, Penghargaan Pengelolaan Media Sosial Terbaik Indonesia 2025, Penghargaan Tindakan Administratif hingga Penghargaan Pelaksanaan Kerjasama 2025.
Di tahun 2026 mendatang, Imigrasi Malang berencana membuka kantor baru di wilayah Pasuruan untuk mengoptimalkan pelayanan publik. Mengingat, Imigrasi Malang mencangkup wilayah Malang Raya, kota/kabupaten Probolinggo dan kota/kabupaten Pasuruan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








