• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Arya Dega.

Arya Dega saat mengoperasikan drone. (Foto: dokumen)

Kiprah Arya Dega Sukses Jadi Pakar Drone di Indonesia, Tak Pelit Berbagi Ilmu meski Banyak Haters

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Siapa sih yang tidak mengenal Arya Dega? Bagaimana kiprah dan keseharian dari pakar drone di Indonesia ini?

Arya Dega pun menceritakan latar belakang yang unik saat menggeluti dunia bisnis dan kewirausahaan sebagai dosen lepas ketika ditemui di kediamannya di wilayah Tlogomas, Kota Malang. Cucu pertama dari pahlawan nasional Prof Dr Soeharso ini mengaku awalnya sempat bekerja dan memiliki hobi programming.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

“Saya dulu rajin utak-atik skrip mulai dari zamannya MS DOS, membuat BBS (bulletin board system) menggunakan modem 2400bps (tahun 1996), hingga akhirnya menggeluti bidang keamanan jaringan di sekitar 2000-an,” kata Arya.

Berkat semangatnya, Arya Dega kini juga memegang beberapa bisnis. Salah satunya web solution dan sekaligus memfasilitasi server daring bagi Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC), peninggalan almarhum kakeknya Prof Dr Soeharso.

Tidak hanya menggeluti bidang teknik dan sains, lulusan sarjana fisika ini juga mengambil pendidikan magister manajemen untuk menerapkan ilmu ekonomi di beberapa bisnisnya yang saat ini sudah berkembang menjadi besar dan berkembang.

Pakar drone Arya Dega.
Arya Dega memamerkan alat-alat dronenya. (Foto: dokumen)

“Saya nggak kasih tahu bisnis yang lainnya ya. Kalau bisnis web solution dan pekerjaan mengajar tidak apa-apa diketahui karena memang sudah terlanjur banyak yang tahu,” ucapnya sambil tertawa.

Arya mengatakan, semakin orang bisa menjaga privasi maka hidupnya juga akan semakin nyaman. Karena itu, tim redaksi awalnya kesulitan untuk menemui dan melakukan wawancara.

Selain itu, salah satu pendiri Federasi Drone Indonesia ini adalah mendalami ilmu personal branding dan company branding. Tentu hal ini langsung dipraktikkan terbukti tampak dari akun Instagram @aryadega dan akun X @aryadega yang sudah bercentang biru.

“Kalau Instagram saya dapatnya November 2022. Masih lebih duluan Twitter X saya terverifikasi pada Mei 2016. Berdasarkan pengalaman, saya mendapatkan verified di Instagram dan Twitter maka coba berbagi tips kepada kawan-kawan terdekat. Saya akhirnya juga diminta menjadi pembicara di beberapa workshop digital marketing dan workshop branding strategic,” tuturnya.

Arya Dega kini lebih dikenal masyarakat sebagai salah satu pakar drone di Indonesia. Dia pun membagikan tips dan review drone di media sosial.

Uniknya, dia menyampaikan pesan berupa video ternyata berawal dari pengalamannya digembleng di Sanggar Teater Populer peninggalan almarhum Teguh Karya yang saat ini dipimpin oleh maestro perfilman Indonesia Slamet Rahardjo.

Pakar drone Indonesia Arya Dega.
Arya Dega foto bersama Slamet Rahardjo. (Foto: dokumen)

“Sanggar Teater Populer adalah rumah kedua saya. Kami semua seperti keluarga. Kalau saya salah, ya langsung dimarahi oleh para senior seperti kakak memarahi adiknya. Kalau bercanda pun seperti adik-kakak juga,” kenangnya.

Dia mengaku pernah marah-marah karena masukannya tidak didengar saat shooting film.

“Saya dulu pernah marah-marah pas shooting film karena nggak ada yang mendengarkan masukan dari saya. Mas Slamet malah balik ngolokin saya. Justru saya dibilang anak manja.. hahaha.. tapi di balik olokan tersebut membuat saya mengoreksi diri supaya lebih baik lagi. Kami yang di sanggar tidak harus jadi aktor semua. Buktinya, saya sukses di bidang lain. Tetapi segala nasihat, olokan, dimarahin, candaan, dari kakak-kakak saya di sanggarlah yang menjadikan saya seperti ini sekarang,” terangnya.

Arya Dega yang juga pernah bekerja di perusahaan penerbangan (2004-2007) saat ini banyak berbagi ilmu drone kepada komunitas dan kawan-kawannya sebagai pengajar sertifikasi pilot drone. Dia juga banyak mengkritik peraturan dan regulasi drone di Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi. Hingga saat ini, dia memegang banyak sertifikat pilot drone dari berbagai negara seperti FDI dari Indonesia, FAA dari Amerika, dan EASA dari Eropa.

Dia mendapat semua ilmu berasal dari ujian sertifikasi pilot drone di berbagai negara hingga akhirnya dibagikan di medsos. Bahkan, Federasi Drone Indonesia saat ini menjadi yang pertama di Indonesia yang menyediakan sertifikasi online melalui website.

“Jadi siapa pun warga negara Indonesia bisa mengambil sertifikasi pilot drone online melalui website Federasi Drone Indonesia. Ada pengetahuan teori dan ujian teorinya hingga lulus langsung dapat sertifikat digital. Semua serba online. Tapi, sertifikat basic ya ini, bukan advance,” jelasnya.

Berbagi Tips Menghadapi Haters

“Kalau orang bilang, ah nggak gue pikirin, lho kehidupan nggak sesimpel itu. Apakah Anda mau seumur hidup seperti itu? Kan nggak,” ucap Arya.

Dia mengaku selalu berupaya menjadi haters bagi dirinya sendiri. Dia kemudian menyimpulkan bahwa haters juga merupakan orang yang masih mencari jati diri.

Profil Arya Dega.
Arya Dega juga sempat menggeluti dunia seni teater. (Foto: dokumen)

Arya mengatakan, 80 persen haters berada di rentang usia 18-48 tahun. Di luar itu, jarang menjadi haters. Sebab, usia di bawah 18 tahun mayoritas masih disibukkan dengan aktivitas pendidikan. Sementara orang yang usianya di atas 48 tahun, pada umumnya sudah menjadi orang yang bijaksana dalam memandang dan menilai persoalan.

“Jadi, saya menghadapi manusia dengan ciri-ciri labil, stres karena keuangan atau keluarga, bahkan hidupnya dalam kemurungan. Mereka itu manusia yang mencari pelampiasan tapi tanpa kontak fisik. Maka bukan lagi saya katakan ngga gue pikirin, tapi lebih ke arah akan saya coba perbaiki lagi diri saya agar dapat diterima lebih luas dan lebih berguna bagi masyarakat,” ujarnya. (adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: M. Sholeh

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Arya Dega pakar drone di IndonesiaBerita Arya DegaPakar drone IndonesiaProfil Arya Dega
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Ilustrasi Kecelakaan

Pengendara Honda CBR Tanpa Plat Nomor Tewas di Lokasi Kecelakaan Jalan Pakah-Soko Tuban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID