Kisah Bocah di Malang Jadi Tulang Punggung Keluarga Rawat Bapak yang Lumpuh - Tugujatim.id

Kisah Bocah di Malang Jadi Tulang Punggung Keluarga Rawat Bapak yang Lumpuh

  • Bagikan
Siswoyo, 49, hanya bisa tergolek lemah di kasurnya karena sakit yang dideritanya sejak Januari 2021 lalu. (Foto:Istimewa/Tugu Jatim)
Siswoyo, 49, hanya bisa tergolek lemah di kasurnya karena sakit yang dideritanya sejak Januari 2021 lalu. (Foto:Istimewa)

MALANG, Tugujatim.id – Jiwa besar sudah dimiliki bocah umur 10 tahun di Kota Malang. Namanya Muhammad Ilham. Di usianya yang belia, dia sudah jadi tulang punggung utama keluarga. Mulai dari merawat bapaknya yang sakit parah hingga tak bisa bergerak hingga merawat adiknya yang masih usia 4 tahun.

Diketahui, mereka tinggal di Jalan Tlogomas, Nomor 83, RT 04, RW 07, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, dekat Terminal Landungsari. Perjuangan bocah ini sudah dimulai Januari 2021, sejak Siswoyo, 49, bapaknya yang tergolek lemas akibat sakit lumpuh.

Siswoyo menuturkan, situasi sulit ini berawal dari kecelakaan yang dialaminya pada Desember 2020 lalu di kawasan Pujon, Kabupaten Malang. Dalam kecelakaan itu membuat istrinya, Sri Mulyati meninggal dunia.

Muhammad Ilham, bocah berusia 10 tahun, yang jadi tulang punggung keluarga sejak bapaknya lumpuh. (Foto:Istimewa/Tugu Jatim)
Muhammad Ilham, bocah berusia 10 tahun, yang jadi tulang punggung keluarga sejak bapaknya lumpuh. (Foto:Istimewa)

Siswoyo sendiri mengalami sakit di bagian dada hingga ada benjolan. Sekian lama tak dirasakan, pada Januari 2021, membuat seluruh tubuhnya sulit digerakkan. Sejak itu pun Siswoyo yang sehari-hari berjualan layangan dan kerja serabutan itu hanya bisa terbaring di tempat tidur.

”Ada benjolan di sebelah kanan, sakit terus lama-lama tubuh saya ini sulit dibuat gerak. Sejak itu sehari-hari yang ngerawat ya Ilham, anak saya ini. Sama dibantu tetangga setiap hari,” kata dia pada awak media.

Ilham sendiri pun tampak bisa menerima keadaan itu dan merawat bapaknya yang tak berdaya. Bahkan, Ilham sampai terpaksa putus sekolah dan bekerja mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari. Termasuk adiknya, juga putus sekolah.

Siswoyo saat sampai di RSSA Malang karena dibantu petugas Polresta Malang Kota. (Foto:Polresta Makota/Tugu Jatim)
Siswoyo saat sampai di RSSA Malang karena dibantu petugas Polresta Malang Kota. (Foto:Polresta Makota)

Sehari-hari, Ilham bekerja jualan apa saja seperti jualan nasi kuning hingga jualan mainan. Semua dia lakoni semata-mata ingat pesan dari ibunya untuk selalu menjaga adik dan ayahnya.

”Uang jualan ini yang saya kasih ke bapak, biasanya buat beli makan adik, beli popok, dan lain-lain,” tutur bocah yang bercita-cita jadi polisi ini.

Sehari-hari, Ilham pun selalu berjaga-jaga dekat rumah jika sewaktu-waktu dibutuhkan sang ayah. Biasanya yang paling sering adalah membantu bapaknya naik turun kursi roda untuk ke kamar mandi.

”Kalau pakai kursi roda itu saya yang bantu,” kata Ilham.

Sementara itu, mengetahui hal ini, Ketua RT 04 Sampurna Adi Wijaya mengatakan, selama ini warga juga tak ikut tinggal diam melihat tetangganya ini. Sehari-hari warga juga ikut membantu keluarga ini memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Siswoyo sudah mendapatkan perawatan di RSSA Malang karena dibantu petugas Polresta Malang Kota. (Foto: Polresta Makota/Tugu Jatim)
Siswoyo sudah mendapatkan perawatan di RSSA Malang karena dibantu petugas Polresta Malang Kota. (Foto: Polresta Makota)

Sejak Jumat malam (20/08/2021), Siswoyo pun langsung mendapat perhatian dari banyak pihak. Oleh Polresta Makota, Siswoyo dijemput dan langsung dibawa ke RSSA Malang untuk menjalani pengobatan.

Anggota Babinkamtibmas Tlogomas Bripka Triyono Wahyu Bintoro mengatakan, Siswoyo kini sudah dirawat di RSSA Malang. Dia menambahkan, kondisinya sudah mulai membaik usai mendapat perawatan medis.

”Makannya pun sudah lahap. Kemarin kami langsung diperintah Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto untuk menjemput Siswoyo ke RSSA,” kata dia.

Dia melanjutkan, sementara itu untuk anak-anaknya sudah dibawa ke panti asuhan.

”Kalau anaknya kini sudah dibawa ke panti asuhan. Kami koordinasikan ke keluarga besar juga, sekarang sudah datang ikut mendampingi,” tandasnya.

 

 

  • Bagikan