• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mbah Gombloh.

Mural wajah Mbah Gombloh di sudut kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Kota Malang. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)

Kisah Cinta Mbah Gombloh, 30 Tahun Menanti Kekasih hingga Akhir Hayat Terlukis di Kayutangan Heritage

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Rasa cinta bisa diungkapkan dengan berbagai cara. Salah satunya seperti yang tergambar dari mural di sudut Kayutangan Heritage, Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Kota Malang, yang ternyata menyimpan kisah romantika. Pemilik kisah itu adalah Arifin atau lebih akrab disapa Mbah Gombloh. Dalam mural itu, dia mengungkapkan lebih dari 30 tahun rela menanti kekasihnya hingga akhir hayatnya.

Sayangnya, kekasih Mbah Gombloh tidak kunjung tiba. Kisah berakhir sedih itu bahkan telah diabadikan dalam bentuk mural wajah Mbah Gombloh di tembok pertokoan, dekat tempat dia duduk menanti kekasihnya.

You might also like

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

01/06/2026 10:33 AM
Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

17/05/2026 9:21 AM

Pemerhati Budaya dan Sejarah Kota Malang Agung Buana mengatakan, ada dua versi cerita romantika yang dibawa Mbah Gombloh. Dia menyebutkan, kisah romantika Mbah Gombloh yang meninggal pada April 2017 silam itu masih menjadi misteri hingga saat ini.

Di dalam versi pertama, Agung menjelaskan, Mbah Gombloh digambarkan sebagai sosok yang pendiam dan tak banyak bicara. Namun, kesetiaannya terhadap kekasih yang dia nanti mampu menarik perhatian masyarakat luas.

Mbah Gombloh sering ditemui tengah duduk termenung di depan bekas Toko Surabaya di pertokoan Kayutangan Heritage, Kota Malang. Dia berdiam di tempat itu mulai pagi hingga sore hari. Tak banyak aktivitas yang dilakukan.

“Ketika ditelusuri, informasinya dia sedang menunggu entah kekasih atau istrinya. Dia menanti janji untuk bertemu di lokasi yang sama itu,” ungkapnya.

Mbah Gombloh.
Bekas Toko Surabaya di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, yang menjadi lokasi Mbah Gombloh duduk menanti kekasihnya. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)

Beberapa informasi soal keberadaan kekasih Mbah Gombloh pun mencuat. Mulai kekasihnya yang telah meninggal, ditahan organisasi terlarang, hingga pergi ke luar negeri. Meski begitu, dia tetap duduk menanti sembari berharap kekasihnya tetap bisa datang.

Meninggalnya Mbah Gombloh menjadi akhir penantian panjang itu. Agung menyebut, dia telah menanti kekasihnya lebih dari 30 tahun lamanya.

“Kisah romantika di Kayutangan ini menunjukkan betapa seorang laki-laki rela menunggu pasangannya sampai akhir hayatnya di titik yang sama dan tidak ketemu. Inilah kesetiaan Mbah Gombloh,” ucapnya.

Sementara itu, Agung juga memberikan penjelasan soal versi kedua kisah itu. Di versi kedua, dia digambarkan sebagai sosok pengusaha kaya asal Surabaya. Namun, seluruh hartanya ludes dan menjadi nestapa karena kalah berjudi.

“Jadi untuk menghabiskan waktu, dia mengasingkan diri dari Surabaya ke Malang. Karena tidak punya aktivitas apa-apa, dia sempat menjadi tukang parkir di Toko Surabaya di kawasan Kayutangan,” bebernya.

Meski Mbah Gombloh tampak seperti orang tidak punya, dia kerap kali mendapat kiriman makanan dari seseorang yang mengendarai mobil mewah. Pemilik mobil itu diduga adalah anak dari Mbah Gombloh.

Namun karena tidak mau merepotkan anak dan memang malu karena terpuruk akibat judi, Mbah Gombloh mencoba berjuang menghidupi diri sendiri dengan menjadi seorang juru parkir di depan Toko Surabaya, kawasan pertokoan Kayutangan Heritage.

“Dia merasa malu karena kalah judi dan tidak mau merepotkan anaknya. Jadi, dia berusaha menjadi tukang parkir hingga jualan kupon undian,” ujarnya.

Agung menyebutkan, cerita versi pertama lebih kuat dalam lebih dikenal masyarakat Kota Malang dari pada cerita versi kedua dari Mbah Gombloh.

“Cerita yang paling kuat ya romantika kesetiaannya saat menanti kekasih hingga akhir hayatnya. Dia tidak bertemu kekasihnya sampai dia meninggal,” ujarnya.

 

Tags: Berita Kayutangan HeritageBerita Kota Malang hari iniKayutangan Heritage Kota MalangKayutangan Heritage MalangKisah cinta Mbah GomblohKota Malang hari iniMbah GomblohMbah Gombloh menanti kekasih di Kayutangan Heritage
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

by Mochamad Abdurrochim
01/06/2026 10:33 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Dima Akhyar kini dipercaya menjabat Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember. Namun, sebelum masuk jajaran direksi...

Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

by Mochamad Abdurrochim
17/05/2026 9:21 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Surabaya Vaganza 2026 berlangsung meriah pada Sabtu malam (16/05/2026) meski sempat dibayangi cuaca mendung dan ancaman hujan....

59 Biksu Thudong di Pasuruan

59 Biksu Thudong di Pasuruan Singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong

by Mochamad Abdurrochim
13/05/2026 10:16 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id – 59 Biksu Thudong di Pasuruan singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Kota Pasuruan pada Rabu (13/05/2026). Kedatangan...

Drama Korea underrated

10 Rekomendasi Drama Korea Underrated yang Jarang Dibahas, Tawarkan Cerita Realistis dan Menyentuh

by Mochamad Abdurrochim
04/05/2026 2:46 PM
0

Tugujatim.id – Drama Korea underrated sering kali luput dari perhatian, meski menghadirkan cerita yang lebih realistis dan emosional. Di tengah...

Next Post
Okupansi hotel di Pasuruan.

Pulih dari Pandemi, Okupansi Hotel di Pasuruan Tembus 90 Persen saat Tahun Baru

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID