• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mbah Gombloh.

Mural wajah Mbah Gombloh di sudut kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Kota Malang. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)

Kisah Cinta Mbah Gombloh, 30 Tahun Menanti Kekasih hingga Akhir Hayat Terlukis di Kayutangan Heritage

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Rasa cinta bisa diungkapkan dengan berbagai cara. Salah satunya seperti yang tergambar dari mural di sudut Kayutangan Heritage, Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Kota Malang, yang ternyata menyimpan kisah romantika. Pemilik kisah itu adalah Arifin atau lebih akrab disapa Mbah Gombloh. Dalam mural itu, dia mengungkapkan lebih dari 30 tahun rela menanti kekasihnya hingga akhir hayatnya.

Sayangnya, kekasih Mbah Gombloh tidak kunjung tiba. Kisah berakhir sedih itu bahkan telah diabadikan dalam bentuk mural wajah Mbah Gombloh di tembok pertokoan, dekat tempat dia duduk menanti kekasihnya.

You might also like

Eksfoliasi

7 Kandungan dalam Moisturizer yang Dapat Membantu Menenangkan Kulit setelah Eksfoliasi

17/07/2026 3:30 PM
Oversized Outfit

Cara Memakai Oversized Outfit agar Tetap Terlihat Proporsional

17/07/2026 2:45 PM

Pemerhati Budaya dan Sejarah Kota Malang Agung Buana mengatakan, ada dua versi cerita romantika yang dibawa Mbah Gombloh. Dia menyebutkan, kisah romantika Mbah Gombloh yang meninggal pada April 2017 silam itu masih menjadi misteri hingga saat ini.

Di dalam versi pertama, Agung menjelaskan, Mbah Gombloh digambarkan sebagai sosok yang pendiam dan tak banyak bicara. Namun, kesetiaannya terhadap kekasih yang dia nanti mampu menarik perhatian masyarakat luas.

Mbah Gombloh sering ditemui tengah duduk termenung di depan bekas Toko Surabaya di pertokoan Kayutangan Heritage, Kota Malang. Dia berdiam di tempat itu mulai pagi hingga sore hari. Tak banyak aktivitas yang dilakukan.

“Ketika ditelusuri, informasinya dia sedang menunggu entah kekasih atau istrinya. Dia menanti janji untuk bertemu di lokasi yang sama itu,” ungkapnya.

Mbah Gombloh.
Bekas Toko Surabaya di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, yang menjadi lokasi Mbah Gombloh duduk menanti kekasihnya. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)

Beberapa informasi soal keberadaan kekasih Mbah Gombloh pun mencuat. Mulai kekasihnya yang telah meninggal, ditahan organisasi terlarang, hingga pergi ke luar negeri. Meski begitu, dia tetap duduk menanti sembari berharap kekasihnya tetap bisa datang.

Meninggalnya Mbah Gombloh menjadi akhir penantian panjang itu. Agung menyebut, dia telah menanti kekasihnya lebih dari 30 tahun lamanya.

“Kisah romantika di Kayutangan ini menunjukkan betapa seorang laki-laki rela menunggu pasangannya sampai akhir hayatnya di titik yang sama dan tidak ketemu. Inilah kesetiaan Mbah Gombloh,” ucapnya.

Sementara itu, Agung juga memberikan penjelasan soal versi kedua kisah itu. Di versi kedua, dia digambarkan sebagai sosok pengusaha kaya asal Surabaya. Namun, seluruh hartanya ludes dan menjadi nestapa karena kalah berjudi.

“Jadi untuk menghabiskan waktu, dia mengasingkan diri dari Surabaya ke Malang. Karena tidak punya aktivitas apa-apa, dia sempat menjadi tukang parkir di Toko Surabaya di kawasan Kayutangan,” bebernya.

Meski Mbah Gombloh tampak seperti orang tidak punya, dia kerap kali mendapat kiriman makanan dari seseorang yang mengendarai mobil mewah. Pemilik mobil itu diduga adalah anak dari Mbah Gombloh.

Namun karena tidak mau merepotkan anak dan memang malu karena terpuruk akibat judi, Mbah Gombloh mencoba berjuang menghidupi diri sendiri dengan menjadi seorang juru parkir di depan Toko Surabaya, kawasan pertokoan Kayutangan Heritage.

“Dia merasa malu karena kalah judi dan tidak mau merepotkan anaknya. Jadi, dia berusaha menjadi tukang parkir hingga jualan kupon undian,” ujarnya.

Agung menyebutkan, cerita versi pertama lebih kuat dalam lebih dikenal masyarakat Kota Malang dari pada cerita versi kedua dari Mbah Gombloh.

“Cerita yang paling kuat ya romantika kesetiaannya saat menanti kekasih hingga akhir hayatnya. Dia tidak bertemu kekasihnya sampai dia meninggal,” ujarnya.

 

Tags: Berita Kayutangan HeritageBerita Kota Malang hari iniKayutangan Heritage Kota MalangKayutangan Heritage MalangKisah cinta Mbah GomblohKota Malang hari iniMbah GomblohMbah Gombloh menanti kekasih di Kayutangan Heritage
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Eksfoliasi

7 Kandungan dalam Moisturizer yang Dapat Membantu Menenangkan Kulit setelah Eksfoliasi

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 3:30 PM
0

Tugujatim.id - Melakukan eksfoliasi menjadi salah satu langkah perawatan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati sehingga wajah terasa lebih...

Oversized Outfit

Cara Memakai Oversized Outfit agar Tetap Terlihat Proporsional

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 2:45 PM
0

Tugujatim.id – Oversized Outfit kini menjadi salah satu gaya fashion yang banyak dipilih karena menawarkan tampilan stylish sekaligus nyaman untuk...

Outfit Timeless

15 Fashion Item Outfit Timeless yang Tidak Pernah Ketinggalan Zaman

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 3:46 PM
0

Tugujatim.id – Outfit timeless memang nggak pernah kehilangan pesonanya. Di saat tren fashion datang dan pergi begitu cepat, justru gaya...

Warna Pakaian

Cara Memilih Warna Pakaian sesuai Warna Kulit agar Penampilan Lebih Menarik

by Mochamad Abdurrochim
15/07/2026 5:30 PM
0

Tugujatim.id – Warna pakaian sering jadi penyebab munculnya pertanyaan, "Kok bajunya bagus di orang lain, tapi pas aku pakai malah...

Next Post
Okupansi hotel di Pasuruan.

Pulih dari Pandemi, Okupansi Hotel di Pasuruan Tembus 90 Persen saat Tahun Baru

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID