• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Cerebral Palsy

Muhammad Feriyanto, difabel Cerebral Palsy (CP) yang sempat ditolak SMA Negeri hingga diterima masuk PTN. (Foto: Diki Febrianto)

Kisah Muhammad Feriyanto Difabel Cerebral Palsy Sempat Ditolak SMA Negeri Tapi Kemudian Masuk PTN

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Muhammad Feriyanto atau akrab dipanggil Feri, penyandang difabel Cerebral Palsy (CP) telah melewati perjalanan hidup yang penuh tantangan.

Pupusnya harapan Feri untuk sekolah di salah satu SMA Negeri yang berada di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, tidak menumbangkan semangatnya untuk terus belajar agar dapat mengenyam pendidikan di tempat yang diinginkan.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Feri menjelaskan, alasan dirinya tidak diterima di SMA Negeri itu karena pihak sekolah merasa belum mampu memenuhi fasilitas yang diperlukan penyandang disabilitas seperti dirinya. “Bahkan, saat itu pihak sekolah membolehkan saya di situ dengan syarat membawa pendamping,” ujar Feri pada Selasa (8/10/2024).

Persyaratan itu terlalu berat untuk Feri dan keluarga penuhi. Melihat, di rumah, Feri hanya tinggal bersama sang ibu, sedangkan ayah Feri telah lama berpulang. Anak bungsu dari tiga bersaudara itu juga enggan merepotkan orang tua tunggal yang setiap harinya harus bekerja sebagai tulang punggung keluarga.

“Kakak pertama, sudah tinggal bersama keluarganya, kalau kakak kedua, ada di luar kota, kerja dan jarang pulang,” jelas Feri.

Meski tidak mendapat kesempatan mengenyam SMA Negeri, kini Feri menjadi mahasiswa baru di salah satu Perguruan Tinggi Negeri Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berada di Jember, Program Studi Hukum Keluarga, Fakultas Syariah.

Setiap hari, Feri berangkat menuju kampus ditemani sepeda onthel beroda tiga. Feri mengayuh sepeda itu dari rumah ke kampusnya yang berjarak sekitar dua kilometer. Tidak lupa, Feri juga membawa tongkat untuk membantunya berjalan.

Di perjalanan, Feri harus melewati gang sempit hingga jalan besar dengan ramainya lalu lalang kendaraan. Tidak jarang, Feri selalu meminta bantuan orang lain untuk sekadar menyebarang di jalan yang ramai lalu lintas.

“Kalau lewat di rel kereta itu, kadang-kadang sering nyangkut. Feri biasanya sering minta tolong ke orang-orang yang ada di situ,” terangnya. Bagi Feri, sepeda onthel itu ibarat teman yang selalu menemaninya pergi sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga sekarang.

Secercah harapan Feri, kelak bisa memiliki sepeda motor beroda tiga, agar memudahkannya dalam beraktivitas. Selain itu, juga membantunya memangkas waktu pergi ke kampus. Melihat, dengan sepeda onthelnya saat ini, Feri membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke kampus.

“Kemarin sempat coba naik sepeda motor milik temah disabilitas yang lain, alhamdulillah Feri sekarang bisa naik sepeda motor,” jelasnya.

Alih-alih mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan dari orang lain, Feri mengaku, keberadaannya, baik di tempat umum hingga kampus Feri selalu disambut dengan baik. Terlebih ketika di kampus, kedatangan Feri selalu disambut teman-teman yang bergegas membantunya masuk ke ruang kelas.

Saat ini, Feri tengah memperjuangkan agar mendapat beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), untuk meringankan beban keluarga untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) Golongan 2, yakni sebesar Rp 1,5 juta setiap semesternya.

Meski, pada awalnya Feri mendapat penolakan dari keluarga untuk melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi. Bahkan dilarang keras dengan alasan takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Akhirnya keluarga setuju karena Feri dapat meyakinkan jika hal itu tidak akan terjadi dan alhamdulillah setelah kuliah pun teman-teman Feri juga baik dan mendukung,” pungkas Feri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Diki Febrianto

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Cerebral PalsyJemberKabupaten JemberPemuda InspiratifTokoh Inspiratif
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Dirjen Dikti

Konaspi XI 2024 Resmi Dibuka Dirjen Diktiristek di Unesa Surabaya: Fokus Pembangunan SDM

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID