SURABAYA, Tugujatim.id – Kisah haru datang dari salah salah jamaah haji Embarkasi Surabaya asal Ponorogo yang merupakan seorang pemulung bernama Suhartono. Rasa syukur tidak henti-hentinya pemulung asal Ponorogo ucapkan setelah tergabung dalam kloter 19 jamaah haji yang berangkat menuju Tanah Suci dari hasil kerja kerasnya.
Selain sebagai pemulung asal Ponorogo, untuk makan sehari-hari dan demi mencukupi tabungan haji, Mbah Tono (sapaan akrab Suhartono) juga menjadi tukang becak dan bekerja serabutan.
“Saya pada 1983 mulai narik becak dan mulung, terus diberi pekerjaan seseorang sebagai tukang sapu. Terkadang ya disuruh orang-orang memperbaiki atap (genting) ataupun motong kayu. Semua pekerjaan serabutan yang saya bisa, saya lakoni asalkan halal,” katanya.
Baca Juga: Murah Tak Rumit! 5 Inspirasi Dekorasi Ruang Tamu Aesthetic, Modern, dan Mewah: Keluarga Makin Hangat
Namun, warga asal Kelurahan Tonatan, Kota Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, ini mengaku keinginannya untuk berhaji berasal dari mimpinya. Dalam tidurnya, dia digandeng oleh seseorang mengelilingi Kakbah.
“Saat saya terbangun, saya berdoa dengan penuh kesungguhan hati dan memohon kepada Allah SWT agar diberi kemampuan untuk berhaji ke Tanah Suci,” doa dari pria berusia 61 tahun tersebut.
Selepas itu, dia bertekad untuk menabung dari penghasilannya yang tidak seberapa itu sedikit demi sedikit untuk bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci.
“(Penghasilannya) kadang Rp3 ribu per hari. Kadang Rp5 ribu. Paling banyak pernah menabung Rp15 ribu,” terangnya.
Rezeki dari Allah SWT datangnya bisa dari mana saja, semangat itulah yang mendorongnya untuk mengumpulkan rupiah demi rupiah. Mbah Tono juga menceritakan jika suatu hari, dia membantu seseorang untuk menjual tanah dan mendapat komisi Rp7 juta. Nominal yang menurutnya sangat besar itu lantas membuatnya semangat untuk mendaftarkan haji pada 2011 silam.
Sejak saat itu, banyak warga yang membantunya hingga dia bisa membeli hewan ternak untuk menambah tabungannya berhaji.
Diberangkatkan ke Madinah pada Kamis (15/05/2024), rasa haru bercampur bahagia menyelimuti hatinya sepanjang hari setelah ditetapkan menjadi jamaah haji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








