• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
pantai jembatan panjang tugu jatim

Pendik (kaos abu-abu) usai ditemukan dalam kondisi selamat. Foto: Polsek Bantur

Kisah Mohamad Ruspandi, Korban Selamat dari Seretan Ombak Pantai Jembatan Panjang Malang

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Mohamad Ruspandi (24) alias Pendik berhasil selamat dari seretan ombak di Pantai Jembatan Panjang, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ia ditemukan di kawasan Pantai Kondangmerak sekitar tujuh jam setelah terombang-ambing di laut pada Sabtu (8/7/2023) petang.

Kepada polisi, Pendik mengatakan bahwa ia terjun ke laut setelah melihat rekannya, Bayu Perbangsa (40) tergulung ombak saat berupaya menolong dua mahasiswa asing yang terjebak. Pendik kemudian bermaksud menolong mereka dengan menggunakan jaket pelampung.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

“Di situ saya inisiatif, kalau ombak kayak gini (besar), rescue itu nggak mungkin dan harus pakai pengaman. Akhirnya saya ambil satu (jaket pelampung),” terang Pendik.

Ketika Pendik sudah berenang hingga ke tengah laut, ia melihat Bayu berusaha kembali ke pantai karena menyadari usahanya sia-sia. Bayu sempat berteriak pada Pendik dan menyuruhnya kembali ke pantai. Pendik menjawab ia akan terus berenang menyelamatkan kedua mahasiswa asing.

“Terus terakhir Mas Bayu ngomong apa saya nggak tahu, karena ombak gede. Dia ke belakang, saya ke depan nyari (mahasiswa asing),” imbuhnya.

Saat mencari mahasiswa asing tersebut, Pendik dihantam ombak besar hingga dua kali. Pendik kembali melihat Bayu yang sudah dalam keadaan lemas. Pendik berusaha menolong Bayu, namun kembali terhantam ombak. “Kami kegulung (ombak) bersama. Saya nggak tahu posisinya di mana, akhirnya saya fokus ke depan,” kata Pendik.

Mengetahui kondisi ombak sangat besar dan ia tak bisa melihat para mahasiswa asing yang terjebak, akhirnya Pendik berusaha menyelamatkan dirinya sendiri dengan berenang ke tengah laut.

Saat berada di tengah laut, Pendik sempat tidak bergerak hingga kurang lebih satu jam. Ia berusaha untuk kembali ke pantai, namun tidak berhasil.

Di sana, Pendik sempat melihat ada mayat seseorang. Namun, ia tidak tahu identitas mayat tersebut. “Yang jelas dia (pakai) baju hitam,” ujar Pendik.

Ia sempat menarik kaki mayat tersebut. Akan tetapi, arus besar datang sehingga ia melepaskan kaki itu agar ia bisa menyelamatkan diri.

Pendik melihat sesuatu berwarna coklat yang awalnya ia kira adalah pantai. Namun, benda tersebut terus mendekat ke arahnya. Ia pun menyadari bahwa itu adalah air pasang.

“Saya panik karena arus pasti gede. Saya gimana caranya berenang. Sampai akhirnya lemes,” kata Pendik.

Sesaat kemudian, ia melihat gerombolan sampah. Pendik berenang ke arah sampah tersebut dan menemukan gelondongan kayu yang cukup besar. Ia memeluk kayu tersebut. “Saya pegang kayu itu. Saya ikutin arusnya sampe Pantai Jembatan Panjang lewat,” terangnya.

Saat melewati sebuah pulau, Pendik melihat ada orang-orang tengah memancing. Ia berteriak kepada orang-orang tersebut. Beruntung, mereka mendengar teriakan Pendik dan melaporkannya ke petugas.

“Saya mati-matian sampe lemas sekali itu setelah ketemu orang mancing. Ada batu karang dan itu arusnya muter. Saya peluk kayu dan berenang pakai kaki, tapi nggak ngatasi arusnya. Sudah lemas saya, sudah (pasrah) apa kata Tuhan,” tutupnya.

Pendik merupakan korban pertama yang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Setelah Pendik, mahasiswa asing bernama Ana Brieva Ramirez (23) juga ditemukan selamat. Sementara tiga orang lain hingga kini belum ditemukan.

Reporter: Aisyah Nawangsari
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita malangberita Malang hari iniKabupaten Malangmohamad ruspandipantai jembatan panjang
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
MSL tugu jatim

Kompetisi Majapahit Super League Bergulir Sepekan Mendatang di Mojokerto

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID