Kisah Penjual Tanaman Hias di Bojonegoro yang Raup Keuntungan Rp 2 Juta per Hari - Tugujatim.id

Kisah Penjual Tanaman Hias di Bojonegoro yang Raup Keuntungan Rp 2 Juta per Hari

  • Bagikan
Pembeli sedang memilih tanaman di toko bunga Bagus Indah Tri Aulia (BITA) di Jl.Veteran Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Pembeli sedang memilih tanaman di toko bunga Bagus Indah Tri Aulia (BITA) di Jl.Veteran Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Bisnis bunga dan tanaman hias seakan terus bergeliat di masa pandemi ini. Tak heran, beragam tanaman hias pun menjadi incaran banyak orang. Salah satu contoh nyata itu dialami oleh pemilik toko bunga Bagus Indah Tri Aulia (BITA) di Jalan Veteran, Kabupaten Bojonegoro ini. Bagaimana tidak, dari bisnis menjual tanaman itu, pihaknya bisa meraup keuntungan hingga Rp 2 juta per hari.

“Keuntungan sehari kalau sepi bisa dapat satu juta, sedangkan kalau ramai bisa sampai dua juta,” ujar Andy Devi Deviantara, menantu pemilik toko bunga Bagus Indah Tri Aulia (BITA) saat ditemui Tugu Jatim pada Jumat (05/02/2021).

Andy dan keluarganya telah membangun toko bunga yang memiliki luas 20 x 25 meter ini sejak 2010 lalu. Dalam seharinya, toko bunga ini bisa mendapatkan pembeli sebanyak 50-100 orang.

“Kalau pembeli dalam sehari bisa sampai 50-100 orang. Biasanya juga diborong sama pemerintah buah ditanam di pinggir jalan,” sambung Andy.

Toko bunga yang buka setiap hari pukul 06.30 – 18.00 WIB ini memiliki lebih dari 2000 jenis tanaman, mulai dari bunga dan buah-buahan. Di tempat ini, pembeli juga bisa membeli pupuk dan pot tanaman.

Harga yang dijual di toko bunga Bagus Indah Tri Aulia (BITA) ini mulai dari Rp2.500 sampai yang paling mahal bisa mencapai Rp5 juta, tergantung jenis tanamannya.

Perjuangan Bertahap dan Butuh Proses

Toko bunga Bagus Indah Tri Aulia (BITA) di Jl.Veteran Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Toko bunga Bagus Indah Tri Aulia (BITA) di Jl.Veteran Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Menurut Andy, dalam merintis usaha tersebut, keluarganya harus melalui tahap demi tahap dan membutuhkan proses panjang hingga bisa seperti sekarang.

“Ayah sama ibu dapat ilmu perawatannya dari teman. Dulunya mereka jualan buah. Tapi karena di Bojonegoro lagi ramai mengenai tanaman hias, jadi mereka beralih jualan bunga. Awalnya cuma satu dua yang beli, tapi kemudian bisa banyak sampai seperti sekarang ini,” ceritanya.

Dalam membuka usaha tak selalu berjalan mulus, Andy juga pernah mendapatkan kerugian dari tanaman yang ia jual, begitupun dengan kesulitan yang dialami.

“Kalau rugi pasti ada, tergantung jenis tanamannya. Sedangkan kesulitannya itu mencegah pembeli untuk tidak memetik bunga atau buahnya, kadang-kadang juga ada pembeli yang rewel,” ungkapnya.

Andy berharap toko bunga yang menjadi mata pencaharian bersama keluarganya itu bisa terus maju dan banyak pembeli.

“Harapannya ya semakin maju, banyak orang yang suka sama bunga, karena bunga perlu dicintai,” pungkasnya. (Mila Arinda/gg)

  • Bagikan