Tugujatim.id – Pada 1983, Chairman Toyota, Eiji Toyoda memulai proyek rahasia yang dikenal sebagai Proyek F1. Proyek ini didorong oleh ambisi besar Toyota untuk menciptakan mobil mewah yang mampu bersaing di pasar global dan menyaingi dominasi merek-merek Eropa seperti Mercedes-Benz dan BMW. Inisiatif ini akhirnya melahirkan Lexus sebagai sebuah merek terpisah yang memiliki identitas unik di luar Toyota.
Lexus lahir dari Proyek F1, sebuah inisiatif Toyota untuk menghadirkan mobil mewah yang mampu menandingi kualitas brand Eropa. Lexus diluncurkan pada 1989 dan pertama kali hadir di Amerika Serikat dengan model LS 400 yang dilengkapi mesin V8 bertenaga dan desain yang elegan.
Langkah Strategis Memasuki Pasar Mobil Mewah Amerika
Ketika Lexus diluncurkan, strategi utama Toyota adalah fokus pada pasar Amerika Serikat dengan dua model sedan, LS 400 dan ES 250. Keputusan ini ternyata menjadi langkah yang tepat. Dalam waktu satu tahun, Lexus berhasil membuka lebih dari 80 dealer di Amerika. Keberhasilan Lexus di pasar ini tak hanya didorong oleh kualitas produk tetapi juga layanan pelanggan yang dikenal unggul. Lexus mampu menjadi pesaing serius bagi brand Eropa yang sudah lebih dulu mapan di AS.
“Lexus mampu membuka cabang usahanya di 17 negara dalam waktu satu tahun, termasuk di Eropa,” demikian dikutip dari Okezone Otomotif.
Peluncuran model-model tambahan seperti ES 300 dan SC 300, Lexus kian memantapkan posisinya di pasar mobil mewah global pada awal 1990-an. Lexus juga mulai memperkenalkan inovasi yang ramah lingkungan seiring perkembangan merek ini.
Pada 2005, Lexus meluncurkan RX 400h, SUV hybrid pertama mereka yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik. RX 400h bukan hanya sekadar inovasi di bidang efisiensi bahan bakar, namun juga menjadi pionir di pasar premium.
“Lexus RX 400h melakukan debutnya di Inggris dan menjadi kendaraan pertama yang membuat sejarah sebagai model produksi hybrid bensin-listrik di pasar mobil premium,” demikian seperti dilaporkan oleh media.lexus.co.uk.
Lewat hadirnya RX 400h, Lexus menegaskan posisinya sebagai pelopor teknologi hybrid dalam kategori mobil mewah, memberikan pilihan bagi konsumen yang menginginkan kendaraan bertenaga namun tetap ramah lingkungan.
Eksplorasi Teknologi Masa Depan dan Elektrifikasi
Dalam menghadapi persaingan dengan merek-merek Eropa, Lexus terus berinovasi di bidang teknologi kendaraan listrik dan hybrid. Langkah besar ini terlihat pada akhir 2020, ketika Lexus memperkenalkan Lexus UX 300e, model pertama yang sepenuhnya bertenaga listrik. Dengan visi elektrifikasi jangka panjang, Lexus berencana memperkenalkan 20 model baru dengan teknologi listrik pada tahun 2025.
Sebagai bagian dari visi elektrifikasi dan keberlanjutan, Lexus memiliki rencana ambisius untuk mencapai carbon neutrality pada tahun 2050. Dalam visi ini, seluruh siklus produksi Lexus akan dikelola dengan konsep ramah lingkungan, mulai dari bahan, produksi, logistik, hingga daur ulang kendaraan. Dengan pusat teknis baru di Shimoyama yang dijadwalkan beroperasi pada Maret 2024, Lexus menargetkan pengembangan kendaraan generasi baru yang lebih ramah lingkungan. Komitmen ini membuat Lexus mampu bersaing kuat bagi merek-merek mobil mewah Eropa dan mempertegas posisinya di industri mobil mewah berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis : Muhammad Abdul Majiid Al-Wahab/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








