“KolaborAksi untuk Negeri” ala TDA Menguatkan Empowerment UKM dan Menumbuhkan Ekonomi Indonesia

  • Bagikan
Acara serah terima amanah TDA 6.0 ke 7.0 dan halalbihalal komunitas Tangan Di Atas (TDA). (Foto: Dokumen)
Acara serah terima amanah TDA 6.0 ke 7.0 dan halalbihalal komunitas Tangan Di Atas (TDA). (Foto: Dokumen)

SEMARANG, Tugujatim.id – Pandemi di Indonesia sampai saat ini masih belum usai. Selama setahun lebih dunia bisnis mengalami perlambatan, bahkan banyak perusahaan yang menghemat dengan mengurangi jumlah karyawannya. Hal tersebut juga dialami hampir semua usaha mikro dan menengah (UKM) di Indonesia, khususnya member TDA yang ada di Indonesia. Atas kondisi ini juga akhirnya para pelaku usaha, khususnya UKM, kemudian membenahi internal perusahaan demi bertahan dan bisa tetap eksis menjalankan bisnis.

Komunitas Tangan Di Atas atau yang sering disebut TDA, salah satu komunitas wirausaha di Indonesia yang melihat kondisi ini juga merasa sangat prihatin. Jadi, pengurus nasional membuat sebuah terobosan-terobosan yang kemudian bisa membangun kembali harapan para UMKM Indonesia, khususnya member TDA, untuk bersatu dan bangkit.

Para member TDA saat halalbihalal. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Para member TDA saat halalbihalal. (Foto: Dokumen)

Komunitas Tangan Di Atas melalui kepengurusan periode 6.0, tahun 2019–2021, telah mengusung “KolaborAksi untuk Negeri”. Narasi ini bahkan ada sebelum pandemi masuk ke Indonesia pada 2020. Pengurus TDA 6.0 kemudian menguatkan narasi tersebut demi membangun kembali ekonomi Indonesia melalui pelaku UMKM saat pandemi Covid-19. Berbagai program telah dilakukan oleh pengurus yang digawangi langsung Presiden TDA, yaitu Dony Kris Puriyanto yang juga owner dari Malang Strudel.

Melalui narasi dan program yang telah dijalankan, komunitas Tangan Di Atas mendapatkan 4 penghargaan sekaligus dari pihak eksternal. Salah satu penghargaan yang paling mengesankan adalah “Best Social Media Movement of The Year 2020” pada kategori Edukasi Bisnis oleh sebuah Perusahaan Televisi Nasional, yaitu Metro TV. Selama pandemi, bahkan jauh sebelum itu, Komunitas Tangan Di Atas memang sangat konsen atas hal tersebut, yaitu edukasi. Edukasi bisnis sangat berperan dalam pengembangan bisnis UKM ke depan.

Kini, Komunitas Tangan Di Atas periode 6.0 tahun 2019-2021 telah berakhir dan TDA telah memiliki Presiden Baru, yaitu Ibrahim M. Bafaqih. Tepat 31 Mei 2021 ini, serah terima amanah pengurus periode 6.0 ke 7.0 tahun 2021-2023 dilakukan di Garden Sunrise Resto–Umbul Sidomukti, Semarang, serta Live di Channel YouTube TDA TV.

Para member mengikuti acara serah terima amanah TDA 6.0 ke 7.0 di Semarang. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Para member mengikuti acara serah terima amanah TDA 6.0 ke 7.0 di Semarang. (Foto: Dokumen)

Legacy pengurus periode 6.0 begitu besar dan sangat bermanfaat tidak hanya untuk member TDA, tapi juga untuk Indonesia. Bahkan, TDA telah dikenal luas oleh khalayak pelaku UKM di seluruh Indonesia, pemerintah pusat ataupun daerah. Selain itu, kerja sama liputan dengan media nasional ternama Kumparan juga telah mengangkat profil-profil bisnis terbaik di komunitas TDA.

Presiden TDA periode 7.0 Ibrahim M. Bafaqih menyatakan, “KolaborAksi untuk Negeri” lahir dan dengan narasi ini akhirnya membawa TDA semakin dikenal dengan berbagai program seperti TDA TV, edukasi bisnis, dan mendapatkan 4 penghargaan sekaligus. Pada periode 7.0, kami akan melanjutkan narasi “KolaborAksi untuk Negeri”.

Setelah TDA dikenal luas, maka tugas selanjutnya adalah bagaimana menguatkan secara internal. Sejalan hal tersebut, presiden TDA 7.0 juga akan menguatkan kembali nilai-nilai TDA. Melalui internalisasi nilai-nilai ini bisa semakin kuat dan bisa membangun jati diri pengusaha yang kuat dalam segala kondisi.

Meski digelar di tengah pandemi, acara serah terima amanah TDA 6.0 ke 7.0 di Semarang tetap menjalankan prokes. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Meski digelar di tengah pandemi, acara serah terima amanah TDA 6.0 ke 7.0 di Semarang tetap menjalankan prokes. (Foto: Dokumen)

“TDA akan kami bawa kembali lagi ke nilai-nilainya, yaitu silaturahmi, integritas, berpikir terbuka, orientasi pada tindakan dan keseimbangan hidup. Hal ini yang akan kami tekankan dalam program-program 7.0. TDA berada di 100 kota/kabupaten dan 6 di luar negeri dengan 25.000 member yang teregistrasi di TDA Passport. Satu hal yang akan kita bawa, yaitu EMPOWERMENT atau pemberdayaan dengan menghubungkan simpul-simpul sumber daya yang ada di TDA, seperti yang saya dapatkan dari TDA. Ketika bisnis saya sedang turun, banyak mentor yang secara sukarela membantu hingga bisnis saya bisa berjalan hingga saat ini,” tambah Presiden 7.0 Mas Baim, sebutan akrabnya oleh para rekan di TDA.

Kolaboraksi Untuk Negeri, semoga narasi ini bisa menguatkan kami secara internal dan eksternal untuk bisa saling mendukung dan tumbuh dalam bisnis. Sehingga kami bisa melewati berbagai ujian bisnis yang pasti hadir. TDA berkomitmen untuk terus berkontribusi kepada Indonesia dengan menciptakan pengusaha-pengusaha tangguh.

Tentang Komunitas TDA

Komunitas Bisnis Tangan Di Atas (TDA) adalah komunitas wirausaha terbesar di Indonesia, wadah bergabungnya para wirausahawan Indonesia. TDA didirikan pada Januari 2006 oleh Badroni Yuzirman dan 6 pengusaha lainnya. Sampai 2017 telah bergabung tidak kurang dari 15.000 member TDA dan di antaranya terdapat lebih dari 6.000 member terdaftar. Sampai tahun 2013, TDA telah hadir di 61 kota di seluruh Indonesia dan di 4 negara, yakni TDA Singapura, TDA Hongkong, TDA Mesir, dan TDA Australia.

Dewan Pendiri TDA sesuai yang tertulis di AD/ART sekaligus orang-orang yang menandatangani Akta Notaris Pendirian:

  1. Haji Nuzli Arismal (Haji Alay)
  2. Badroni Yuzirman
  3. Iim Rusyamsi
  4. Agus Ali
  5. Hasan Basri
  6. Hertanto Widodo
  7. Abdul Rahman Hantiar

Visi: Menjadi komunitas pengusaha terkemuka yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban.

Pada 2020, Komunitas TDA menyabet penghargaan dari lembaga-lembaga nasional, mulai dari Human Inisiatif, ICSA, hingga Metro TV. Penghargaan yang sangat berkesan adalah dari Metro TV dengan “Best Social Media Movement of The Year 2020” pada kategori Edukasi Bisnis.

Komunitas Tangan Di Atas saat ini ada di 100 kab/kota di seluruh Indonesia dan 6 di luar negeri. Jumlah anggota yang sudah teregistrasi sampai saat ini  sekitar 25.000 member di TDA Passport. Selengkapnya tentang TDA bisa cek di www.tangandiatas.com. (*)

  • Bagikan