JEMBER, Tugujatim.id – Siapa sangka, di balik kesibukannya sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember, Andi Wasis memiliki hobi unik yang mengajar kuat sejak remaja dengan mengoleksi vespa klasik. Khususnya Vespa Kongo.
Dikenal sebagai motor bersejarah yang diberikan kepada pasukan perdamaian Indonesia di Kongo pada era 1960-an, Vespa Kongo tidak sekadar kendaraan bagi ketua Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sosialisasi (Divisi Parmas dan Sosdiklih). Andi, sapaan akrab Andi Wasis, menyebut Vespa sebagai karya seni dan simbol persaudaraan.
“Yang pasti Vespa itu tidak sekadar kendaraan bagi pehobi seperti saya. Vespa itu salah satu karya,” ungkap pria kelahiran Ngawi, 5 April 1986, itu saat ditemui Tugujatim.id.
Baca Juga: Ratusan Pencinta Vespa Matik Riding Bareng Keliling Kota Malang
Ketertarikan Andi Wasis pada Vespa dimulai sejak duduk di bangku SMP sekitar 2001. Saat itu, dia meminta langsung kepada ibunya untuk dibelikan Vespa karena terinspirasi dari teman-temannya. Ibu Wasis pun mengabulkan dan lahirlah motor pertamanya, Vespa APX tahun 1979.
“Motor pertama saya itu dibelikan Ibu. Itu motor pertama saya minta ke Ibu waktu SMP. Saya langsung minta Vespa karena teman-teman ada yang punya Vespa. Saya tertarik. Sampai sekarang masih berkesan banget. Setiap hari, rasanya pikiran saya nggak bisa lepas dari Vespa,” katanya sambil tersenyum.
Kini, Andi memiliki dua unit Vespa Kongo yang langka dan bernilai sejarah tinggi, yakni Vespa VGLA dan Vespa VGLB. Keduanya merupakan tipe Vespa Kongo yang dulu sempat digunakan tentara Indonesia dalam misi PBB di Kongo tahun 1963.
“Yang VGLA saya bangun sendiri selama tiga tahun, lama. Kalau yang VGLB saya beli dalam kondisi jadi. Dua-duanya punya nilai emosional dan kenyamanan tersendiri, apalagi kalau dipakai touring. Saya rela nggak punya mobil buat beli Vespa, sampai sekarang,” jelasnya.
Menurut dia, kelebihan Vespa Kongo bukan hanya dari sisi sejarah, tetapi juga kenyamanan berkendara yang luar biasa. Dia menyebut Vespa cocok dipakai untuk berbagai kebutuhan, mulai dari berangkat kerja, antar anak sekolah, belanja ke pasar, hingga touring jarak jauh.
“Vespa itu mendunia. Bahkan kemarin event Vespa World Day 2022 digelar di Bali, diikuti oleh perwakilan dari berbagai daerah,” sambungnya.
Sebagai bentuk kecintaannya pada dunia Vespa, Andi aktif dalam komunitas Vespa VGLA VGLB Class Nusantara (VABCN). Komunitas ini terdiri dari para pemilik Vespa Kongo dari berbagai wilayah di Indonesia.
NTT Jadi Tujuan Naik Vespa Selanjutnya
Untuk merayakan Anniversary ke-11, VABCN akan menggelar event pada 30 Mei 2025 di Jember, diikuti lebih dari 40 peserta dari berbagai daerah. Seperti Jakarta, Sumatera, Makassar, dan daerah lain. Salah satu agenda utamanya akan touring ke Ijen, Banyuwangi.
“Saya malah punya rencana pribadi, setelah event VABCN ini, saya ingin touring sendiri ke NTT naik Vespa. Solo riding,” tuturnya antusias.

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Jember ini dikenal aktif dalam organisasi mahasiswa sejak kuliah. Dia pernah menjadi ketua DPC GMNI Jember dan aktif dalam advokasi serta kegiatan seni Reog kampus. Setelah bekerja di sektor keuangan selama lima tahun, Andi mulai terjun ke dunia kepemiluan pada 2018 sebagai ketua PPK di Kecamatan Sumbersari.
Kini, selain menjabat di Komisioner KPU Jember, Wasis tetap menjaga hobi Vespa-nya sebagai pelarian dari kesibukan birokrasi.
“Kalau pagi, saya suka keluarkan Vespa di teras, sambil minum teh dan menikmati pemandangan. Itu hiburan sederhana yang bisa bikin hati tenang,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








