• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
DPRD Kota Malang.

Perwakilan komunitas pecinta kucing foto bersama usai menemui Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang Akhdiyat Syabril Ulum pada Selasa (28/10/2025). (Foto: dok. DPRD Kota Malang)

Puluhan Kucing Tewas Diracun, Komunitas Pecinta Kucing Wadul Anggota DPRD Kota Malang

Dwi Linda by Dwi Linda
9 months ago
in Advertorial
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 51 ekor kucing di Kota Malang ditemukan mati dengan gejala yang mirip dengan keracunan dalam kurun waktu setahun terakhir. Merasa gelisah, sebanyak 20 orang perwakilan komunitas pecinta kucing menemui Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang Akhdiyat Syabril Ulum pada Selasa (28/10/2025).

Dugaan pemberian racun pada kucing ini terjadi di tiga tempat yang berbeda. Pada Oktober 2024, 16 ekor kucing mati di Jalan Danau Maninjau, Kelurahan Sawojajar. Lalu pada Januari-Februari 2025, kurang lebih 20 ekor kucing mati di Kelurahan Lowokwaru.

You might also like

Homecare.

Homecare Jember Terintegrasi Telemedicine, 1.200 Nakes Siap Layani Warga 24 Jam

21/07/2026 7:08 PM
Chatour Travel.

Penuh Makna, 45 Jemaah Umroh Pusaka by Chatour Travel dari Lansia hingga Gen Z Saling Bantu dalam Setiap Momen

21/07/2026 6:09 PM

Baca Juga: Cerita di Balik Viralnya Kucing Piuw, Aksi Gemas Kucing Domestik di Jember Mini Zoo

Terakhir, pada Mei 2025, kurang lebih 15 ekor kucing mati di Kelurahan Bunulrejo. Semua kucing mati ini memiliki ciri-ciri yang mengarah pada keracunan.

Para pecinta kucing tersebut berasal dari beberapa komunitas, di antaranya Cat Lovers RW 08, Perkumpulan Kucing Domestik Indonesia (PKDI) Malang, Stray Cat Defender, Hopeless Animal Lovers (HAL) Malang, Cat Lovers Malang Raya, Relawan Kucing Malang Raya, serta pecinta kucing independen.

Pada pertemuan yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Malang, mereka membahas kesejahteraan hewan dan penanganan overpopulasi kucing melalui sterilisasi.

“Kami berharap ada tanggapan dan solusi dari pemerintah akan maraknya peracunan kucing ini,” ujar Rudianto, anggota komunitas Cat Lovers RW 08 Sawojajar yang menginisiasi audiensi ini.

Dalam pertemuan ini, perwakilan komunitas pecinta kucing juga menyampaikan pentingnya perhatian pemerintah terhadap akar dari permasalahan kucing liar, yakni overpopulasi. Pecinta kucing berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bisa mengalokasikan anggaran untuk steril kucing liar gratis.

DPRD Kota Malang X komunitas pecinta kucing.
Perwakilan pecinta kucing sampaikan aspirasi kepada anggota DPRD Kota Malang. (Foto: Aisyah Nawangsari Putri/Tugu Malang)

Selama ini, steril kucing liar digalakkan oleh pecinta kucing, baik yang tergabung dalam komunitas maupun mandiri. Mulai dari pengadaan dana hingga pelaksanaan steril dilakukan secara swadaya.

Namun, gerakan sterilisasi ini tidak bisa berjalan secara masif karena keterbatasan anggaran dan tenaga. Karena itu, mereka berharap ada program steril gratis dari pemerintah sehingga angka populasi kucing bisa dikendalikan secara masif.

“Apabila pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk sterilisasi kucing liar, maka langkah tersebut dapat mempercepat pengendalian populasi kucing liar dan lingkungan menjadi lebih kondusif,” terang Rudi.

Tentunya, pemerintah juga diharapkan bisa memberikan edukasi pada masyarakat terkait keamanan dan kelangsungan hidup kucing liar. Pemkot Malang juga didorong meningkatkan pelayanan Puskeswan Kota Malang.

Pemkot Diminta Aksi Nyata bagi Hewan

Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang Akhdiyat Syabril Ulum memastikan semua aspirasi yang telah disampaikan tersebut akan diteruskan ke pemkot. Dia berharap, Pemkot Malang sebagai eksekutif memberikan langkah nyata bagi pengendalian hewan.

“Kalau bisa alokasi anggaran untuk puskeswan juga diperbesar,” kata Ulum.

WhatsApp Image 2025 10 28 at 17.16.49 2
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang Akhdiyat Syabril Ulum tanggapi aspirasi pecinta kucing. (Foto: Aisyah Nawangsari Putri/Tugu Malang)

Dia menambahkan, perlu adanya kolaborasi antara dokter hewan dan komunitas pecinta kucing agar edukasi terkait kesejahteraan hewan bisa efektif dan tepat sasaran. Selain materinya berbobot, bahasa penyampaiannya juga bisa mudah dimengerti.

Ini merupakan pertama kalinya audiensi terkait kesejahteraan hewan antara komunitas pecinta kucing dan anggota DPRD Kota Malang. Ulum berharap, ke depannya aspirasi terkait kesejahteraan hewan bisa terus disampaikan, baik melalui wakil rakyat maupun langsung ke pemerintah daerah.

“Melalui aspirasi ini kami bisa memetakan permasalahan dan merumuskan solusi yang tepat,” tutup Ulum.

Komunitas pecinta kucing temui anggota DPRD Kota Malang bahas kematian massal kucing dan kesejahteraan hewan. (adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita DPRD Kota MalangBerita DPRD Kota Malang terbaruBerita Kota Malang hari iniKasus kucing di Malang matiKomunitas Pecinta Kucing di MalangKota Malang hari iniKucing mati diracunMalang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Homecare.

Homecare Jember Terintegrasi Telemedicine, 1.200 Nakes Siap Layani Warga 24 Jam

by Dwi Linda
21/07/2026 7:08 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Pemerintah Kabupaten Jember akan mengintegrasikan layanan telemedicine dalam program Homecare yang dijadwalkan diluncurkan pada 24 Juli 2026....

Chatour Travel.

Penuh Makna, 45 Jemaah Umroh Pusaka by Chatour Travel dari Lansia hingga Gen Z Saling Bantu dalam Setiap Momen

by Dwi Linda
21/07/2026 6:09 PM
0

MADINAH, Tugujatim.id - Mengawali Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan memenuhi panggilan Allah SWT menjadi momen istimewa bagi 45 jemaah...

Gus Fawait.

Gus Fawait: Anggaran Terbesar Pertanian Jember Capai Rp312 Miliar berkat Sinergi dengan Pemerintah Pusat

by Dwi Linda
21/07/2026 5:47 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyebut sektor pertanian mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat dalam...

Gus Fawait.

Serap Aspirasi Warga Pakusari, Gus Fawait Fokus Air Bersih dan Layanan Homecare

by Dwi Linda
21/07/2026 4:13 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Bupati Jember Muhammad Fawait atau akrab disapa Gus Fawait menyerap aspirasi masyarakat dalam rangkaian program Bunga Desaku...

Next Post
Eri Cahyadi.

Wali Kota Eri Cahyadi Gandeng ITS Audit Struktur 1.100 Pondok Pesantren di Surabaya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID