SIDOARJO, Tugujatim.id – Suliyadi, 50, korban kebakaran di Desa Grinting, Kecamatan Tulangan, hanya bisa menunjukkan lembaran hitam sisa ijazah anaknya yang berubah menjadi arang saat Bupati Sidoarjo Subandi meninjau rumahnya, Jumat (22/05/2026).
Di hadapan Subandi, pria berseragam Banser itu menahan sedih sambil memperlihatkan sisa dokumen penting keluarganya yang hangus bersama rumahnya sehari sebelumnya.
Kebakaran yang terjadi pada Kamis (21/05/2026), sekitar pukul 09.00 WIB, meludeskan rumah Suliyadi sekaligus menghanguskan seluruh dokumen administrasi keluarga, termasuk ijazah dan rapor anak.
Subandi turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan korban berjalan cepat, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar keluarga hingga pengurusan ulang dokumen penting yang ikut terbakar.
Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Target Bebaskan Lahan Flyover Gedangan Akhir 2026, Warga Tak Dibebani Pajak
Dalam sidak tersebut, Subandi bersama Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sidoarjo Sabino Mariano, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo Tirto Adi, perwakilan dispendukcapil Sidoarjo, Forkopimka Tulangan, serta perwakilan Baznas Sidoarjo.
Setibanya di lokasi, Subandi melihat langsung kondisi rumah yang nyaris rata dengan tanah. Bagian belakang rumah mengalami kerusakan paling parah. Dapur, kamar mandi, hingga kamar tidur hanya menyisakan puing dan material hitam akibat kobaran api.
Di hadapan Subandi, Suliyadi menceritakan detik-detik kebakaran saat dirinya bekerja dan tidak berada di rumah.
“Waktu kejadian saya tidak ada di rumah, Pak. Saya dikabari anak saya lewat telepon,” kata Suliyadi.
Dia menuturkan, putrinya saat itu sedang tertidur di rumah. Namun ketika terbangun, api langsung membesar dari arah dapur.
“Anak saya kaget karena api sudah besar dari arah dapur. Dia langsung teriak minta tolong ke warga sekitar sambil telepon saya,” tutur Suliyadi.
Dia segera pulang setelah menerima kabar tersebut. Namun saat tiba di rumah, kobaran api sudah merembet ke hampir seluruh bangunan. Dengan suara pelan, Suliyadi mengaku tidak sempat menyelamatkan apa pun dari dalam rumahnya karena api membesar hanya dalam hitungan menit.
“Sampun boten enten, Pak, sing saget kulo selamatkan. Api cepat sekali membesar, semua barang dan dokumen penting ikut terbakar. KK, KTP, ijazah semuanya habis, tinggal sisa yang sudah tidak bisa dipakai lagi,” ungkap Suliyadi sambil menunjukkan sisa dokumen yang hangus kepada Subandi.
Selain menimbulkan kerugian material, kebakaran itu juga menghanguskan seluruh dokumen administrasi keluarga milik Suliyadi.
Bupati Pastikan Pemda Bantu Kebutuhan Dasar Korban
Melihat kondisi tersebut, Subandi memastikan pemerintah daerah membantu seluruh kebutuhan dasar korban kebakaran di Sidoarjo, termasuk mempercepat penerbitan ulang dokumen penting yang ikut terbakar.
“Kami hadir bersama seluruh pihak untuk memberikan support kepada keluarga korban. Termasuk nanti dokumen seperti ijazah yang terbakar akan kami bantu proses penerbitannya kembali melalui koordinasi dengan pihak terkait,” jelas Subandi.
Dia juga meminta keluarga korban tetap tabah menghadapi musibah tersebut. Menurut dia, tidak ada pihak yang menginginkan peristiwa kebakaran itu terjadi.
“Semoga Pak Suliyadi dan keluarga diberikan ketabahan,” kata Subandi.
Dia memastikan pemerintah daerah terus hadir memberikan dukungan sekaligus membantu meringankan beban keluarga korban pascakebakaran. Selain itu, dia juga mengapresiasi bantuan dari Baznas, pemerintah desa, organisasi masyarakat, warga sekitar, hingga wartawan yang terus menyampaikan informasi terkait tragedi kebakaran tersebut.
“Tentu kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah hadir membantu. Semangat gotong royong seperti ini sangat dibutuhkan agar keluarga korban bisa segera bangkit,” kata Subandi.
Dalam sidak tersebut, Subandi sekaligus menginstruksikan jajarannya bergerak cepat menangani kebutuhan korban di lokasi.
Subandi meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Tirto Adi menindaklanjuti penerbitan ulang dokumen pendidikan milik keluarga korban, seperti ijazah dan rapor anak.
Sementara itu, petugas dispendukcapil Sidoarjo langsung mendata dokumen kependudukan yang rusak guna mempercepat penerbitan ulang KK, KTP, dan administrasi lainnya. Di sisi lain, BPBD Sidoarjo melakukan asesmen kerusakan rumah sekaligus memastikan penanganan darurat bagi keluarga korban berjalan cepat.
Subandi juga memastikan Pemkab Sidoarjo menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk membangun kembali rumah korban. Menurut dia, pembangunan rumah korban akan mengikuti Peraturan Bupati (Perbup) tentang penanganan rumah terdampak bencana agar hasil pembangunan lebih aman dan layak huni.
“Sekarang sudah ada Perbup yang mengatur penanganan rumah terdampak bencana seperti ini. Nanti rumah dibangun kembali sesuai ketentuan. Materialnya juga harus bagus, mulai baja ringan, galvalum, sampai instalasi listriknya dibenahi agar aman dan nyaman ditempati,” terang Subandi.
Baca Juga: Pemkab Tetapkan 4.000 Penerima Beasiswa Sidoarjo 2026, Segera Diumumkan!
Dia menegaskan pembangunan rumah tidak hanya mengejar percepatan, tetapi juga harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuni.
“Nanti kami bangun kembali rumah ini supaya lebih aman dan layak huni. Kami juga akan membenahi instalasi listrik agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegas Subandi.
Sementara itu, Kepala Dispendikbud Sidoarjo Tirto Adi memastikan pihaknya mempercepat pengurusan dokumen pendidikan agar tidak menghambat sekolah anak korban.
“Kami akan bantu percepatan pengurusannya agar tidak menghambat proses pendidikan anak-anak korban,” tutur Tirto.
Sedangkan Kalaksa BPBD Sidoarjo Sabino Mariano mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen kerusakan rumah dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mempercepat penanganan.
“Fokus kami sekarang memastikan kebutuhan dasar keluarga korban terpenuhi dan rumah segera bisa diperbaiki,” tandas Sabino.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Fauzan
Editor: Dwi Lindawati








