JEMBER, Tugujatim.id – Tragedi pesta minuman keras (miras) di Kabupaten Jember, Jatim, menambah korban jiwa. Sebanyak enam dari delapan orang yang terlibat pesta miras di Jember meninggal dunia dalam tiga hari.
Kabid Pelayanan dan Penunjang Medik RSD dr Soebandi Triwiranto merinci kronologi kematian para korban pesta miras di Jember. Pasien pertama dengan inisial MN tiba di instalasi gawat darurat pada 28 Desember 2025, sekitar pukul 14.00, tetapi nyawanya sudah tidak terselamatkan saat tiba di fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Tragedi Maut Pesta Miras di Warung Gazebo Jember, Korban Tewas Bukan Warga Setempat
“Pasien datang ke IGD sudah meninggal. Informasi keluarga menyebut korban baru saja mengonsumsi minuman keras,” ujar Triwiranto pada Selasa (30/12/2025).
Sehari kemudian, pada 29 Desember 2025, dua pasien baru, MS dan SN yang dilarikan ke rumah sakit yang sama. Tim medis berupaya keras memberikan pertolongan intensif, namun keduanya tidak mampu bertahan hingga sehari penuh sejak masuk ruang perawatan.
Pasien Alami Kerusakan Organ Vital Serius
Pasien terakhir yang ditangani rumah sakit, berinisial H, datang dalam keadaan sangat parah di pagi hari Selasa. Meski sudah berjuang seharian penuh, pasien ini akhirnya mengembuskan napas terakhir saat malam menjelang.
Di luar tembok RSD dr Soebandi, catatan kepolisian menunjukkan dua kematian tambahan. Seseorang berinisial PT meninggal pada 28 Desember dan jasadnya dipulangkan ke Bali untuk dimakamkan. Satu lagi, AM, meninggal sehari setelahnya.
Baca Juga: Pesta Miras di Jember Renggut Empat Korban Jiwa, Pemilik Warung: Korban Datang Sudah Mabuk
Menurut keterangan Triwiranto, evaluasi medis awal menunjukkan keempat pasien di rumah sakitnya mengalami kerusakan organ vital yang sangat serius. Hati dan ginjal mereka mengalami kegagalan fungsi parah yang diperkirakan dipicu konsumsi alkohol berkadar tinggi.
Berbagai upaya penyelamatan, mulai dari infus, pemberian medikasi darurat, hingga bantuan pernapasan, sudah dimaksimalkan sesuai standar prosedur medis darurat, namun nyawa mereka tetap tidak dapat diselamatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








