KPwBI Kediri dan Pemkab Kediri Luncurkan QRIS untuk UMKM dan Lembaga di Kampung Inggris - Tugujatim.id

KPwBI Kediri dan Pemkab Kediri Luncurkan QRIS untuk UMKM dan Lembaga di Kampung Inggris

  • Bagikan
Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri Wihujeng Ayu Rengganis, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, bersama pendiri Kampung Inggris Muhammad Kalend Osen, di Basic English Course (BEC), Dusun Singgahan, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. (Foto dok.)
Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri Wihujeng Ayu Rengganis, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, bersama pendiri Kampung Inggris Muhammad Kalend Osen, di Basic English Course (BEC), Dusun Singgahan, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. (Foto dok.)

Digitalisasi di Kabupaten Kediri tak hanya menyentuh pelaku UMKM saja. Kini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kediri bersama Pemerintah Kabupaten Kediri  me-launching penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kampung Inggris Pare (22/11). Acara launching digelar di lembaga kursus pendiri Kampung Inggris, Muhammad Kalend Osen, di Basic English Course (BEC), Dusun Singgahan, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Hadir anggota Komisi XI DPR-RI Komisi, M. Sarmuji secara daring, Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri Wihujeng Ayu Rengganis, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, para pelaku UMKM dan Forum Komunikasi Bahasa (FKB).

Seperti diketahui bersama, Kampung Inggris Pare merupakan bagian dari ikon di Kabupaten Kediri. Tempat ini sudah dikenal sebagai rujukan wisata edukasi bahasa Inggris di tingkat nasional maupun negara tetangga. Kepopuleran Kampung Inggris Pare menjadikan daerah yang paling padat dikunjungi oleh wisatawan dari luar daerah, terutama pada bulan Desember nanti bakal kedatangan tamu sampai sekitar 4000 pengunjung, atas hal tersebut diharapkan mampu dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dan Kampung Inggris sebagai destinasi wisata edukasi yang didukung transaksi digital.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mangatakan, dengan adanya launching QRIS ini sebenarnya adalah satu langkah awal untuk menunjukkan bahwa pemerintah Kabupaten Kediri  betul-betul memperhatikan Kampung Inggris.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri Wihujeng Ayu Rengganis, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, bersama pendiri Kampung Inggris Muhammad Kalend Osen, di Basic English Course (BEC), Dusun Singgahan, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. (Foto dok.)
Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri Wihujeng Ayu Rengganis, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, bersama pendiri Kampung Inggris Muhammad Kalend Osen, di Basic English Course (BEC), Dusun Singgahan, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. (Foto dok.)

“Pemkab Kediri berkomitmen mendukung penuh pembangunan Kampung Inggris sebagai ikon Kabupaten Kediri”, tutur Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri.

Mas Dhito menambahkan, dengan launching pengunaan QRIS, ia berharap, mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada pelaku UMKM maupun lembaga bahasa. Pada tahun 2022 rencananya akan dimulai penataan melalui program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh), dan akan terus berbenah pada tahun-tahun selanjutnya.

Sementara itu secara terpisah, Wihujeng Ayu Rengganis, Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri mengatakan, launching pengunaan QRIS ini dapat dimanfaatkan pelaku UMKM pada segala transaksi pembayarannya secara digital, karena QRIS merupakan inovasi digitalisasi sistem pembayaran yang diharapkan membuat transaksi jadi lebih cepat, mudah, murah, aman, dan handal. Transaksi menggunakan QRIS juga menjadi salah satu upaya meminimalisasi penyebaran Covid-19.

Selain itu, juga membantu agar perekonomian terus berjalan di tengah pembatasan yang diberlakukan. Penggunaan QRIS dapat dilakukan tanpa kontak fisik dan memenuhi protokol social distancing.

Selain itu, Wihujeng Ayu menambahkan bahwa QRIS juga telah memberikan manfaar untuk lembaga di kampung Inggris. “Tak hanya pelaku UMKM, QRIS ini juga telah dimanfaatkan oleh para lembaga bahasa di Kampung Inggris,” tutur Wihujeng Ayu.

Setelah launching, untuk memastikan kesiapan pelaku UMKM dalam menggunakan transaksi secara digital, Mas Bup bersama Deputi KPw BI Kediri mengunjungi stand UMKM dan bertransaksi dengan QRIS, sembari mensosialisasikan jika transaksi menggunakan QRIS dapat dilakukan melalui Bank HIMBARA seperti BRI dan BNI, Bank Jatim, serta aplikasi dompet digital seperti OVO.

Sebagai informasi tambahan, kegiatan-kegiatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri dalam hal digitalisasi dan pengembangan UMKM, pengendalian inflasi, layanan sistem pembayaran, dan upaya pemulihan ekonomi dapat dilihat dengan mengikuti akun Instagram @bank_indonesia_kediri dan Youtube Channel Bank Indonesia Kediri. (ads)

  • Bagikan