TUBAN, Tugujatim.id – Sebanyak 14 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Tuban mengalami krisis air bersih. Desa-desa tersebut merupakan wilayah yang langganan terkena krisis air dampak dari musim kemarau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban Sudarmaji menuturkan, kemarau kali ini berdampak pada 14 desa yang kekurangan pasokan air bersih.
Rinciannya, Kecamatan Grabagan ada Grabagan, Ngandong, Waleran, dan Gesikan. Berikutnya Kecamatan Parengan ada di Desa Pacing dan Sugihwaras, lalu Desa Sumurgung di Kecamatan Montong.
Selanjutnya Kecamatan Senori di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jatirogo ada empat desa yakni, Watsogo, Bader, Jombok, dan Sadang. Sedangkan di Kecamatan Kenduruan berada di Desa Sokogrenjeng serta di Kecamatan Semanding di Desa Perunggahan Kulon.

“Yang perlu ditekankan, permintaan droping air bersih tidak langsung se-wilayah desa begitu. Namun, ada 1 dusun atau satu RW bahkan pula sebagai satu RT saja. Jadi, tidak digeneralisasi,” ucap Darmaji, sapaan akrabnya.
Eks Kadis PRKP Kabupaten Tuban ini juga menyampaikan, musibah kemarau kali ini bukanlah yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Catatan wartawan Tugu Jatim, pada 2019 dampak kekeringan terjadi di 20 desa di 8 kecamatan, lalu pada 2018 desa mengalami krisis air bersih 51 wilayah di 11 kecamatan, lalu pada 2017 ada 35 desa dan sepanjang tahun 2016 terjadi kemarau basah.
“Sedangkan pada 2020-2022 wilayah Tuban mengalami fenemona kemarau basah. Sehingga pada saat itu, tidak ada permintaan droping air bersih,” terangnya.
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








