JEMBER, Tugujatim.id – Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Tri Santoso, melakukan tinjauan langsung terhadap program revitalisasi sekolah di Kabupaten Jember, Senin (1/12/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari pengawasan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Tri Santoso mengungkapkan bahwa Kabupaten Jember merupakan daerah dengan jumlah sekolah penerima bantuan revitalisasi terbanyak di Jawa timur, yakni 142 sekolah. Angka ini jauh melampaui Kabupaten Banyuwangi yang hanya memperoleh bantuan untuk 40 sekolah.
“Di Jember 142, paling banyak di antara daerah-daerah yang lainnya. Di Banyuwangi itu cuma ada 40, jadi sepertiganya,” ujar Tri Santoso usai meninjau langsung revitalisasi SDN Kaliwates 02 pada Senin (1/12/2025).
Dalam kunjungannya, Tri Santoso mengecek dua sekolah, yaitu SMPN 10 Jember dan SDN Kaliwates 02. Program revitalisasi ini menargetkan penyelesaian seluruh pekerjaan sebelum 30 Desember 2025.
Temuan Kekurangan Spesifikasi Bangunan
Hasil tinjauan menemukan adanya kekurangan dalam spesifikasi bahan bangunan, khususnya pada bagian atap. Tri Santoso menyoroti lemahnya pengawasan oleh fasilitator yang ditugaskan dari salah satu perguruan tinggi negeri di Malang.
“Ternyata ada fasilitator yang didampingi salah satu perguruan tinggi negeri di Malang tidak melakukan tugasnya dengan baik, artinya tidak melakukan pemantauan di sini,” tegas Tri Santoso.
Temuan di Jember ini berbeda dengan temuan di daerah lain yang umumnya terkait masalah besi, seperti kerapatan jarak antar tegel untuk tiang besi dan ukuran tiang besi.
Sanksi dan Tindak Lanjut
Menanggapi temuan tersebut, KSP akan melaporkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk segera menindaklanjuti. Sanksi terberat yang dapat dijatuhkan adalah pemutusan kerja sama dengan perguruan tinggi yang menugaskan fasilitator.
“Saksi yang paling berat adalah diputus kerja sama dengan Kementerian Dikdasmen. Bisa juga masuk sanksi yang lain dalam tanda kutip kelalaian dia dalam memantau proyek,” jelas Tri Santoso.
Selain sanksi, Tenaga Ahli Utama Bidang Pendidikan dan MBG itu juga meminta penambahan tenaga kerja atau shift untuk mengejar target penyelesaian. Bahkan, pekerja diminta untuk tetap masuk pada hari Minggu mengingat waktu yang tersisa hanya 19 hari lagi.
Setidaknya, program revitalisasi sekolah tahun ini mengucurkan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk 16.000 sekolah di seluruh Indonesia. Untuk tahun depan, program serupa masih akan dilanjutkan dengan anggaran yang sama.
Terkait pencairan dana, Tri Santoso mengungkapkan bahwa 30 persen anggaran masih belum cair dan dapat ditunda atau bahkan tidak diberikan jika sekolah tidak serius menyelesaikan pekerjaan.
“Yang pasti ke Mandikdasmen mengevaluasi karena ini anggarannya yang 30 persen belum cair, itu bisa kita gunakan kalau sekolah nggak serius bisa kita tunda atau bahkan tidak kita berikan,” tegasnya.
Meski demikian, Tri Santoso optimis bahwa seluruh pekerjaan revitalisasi di Jember dapat diselesaikan tepat waktu berkat komitmen dari Dinas Pendidikan, Asisten Bupati, dan pihak sekolah yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








