• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Santri di Pakisaji.

Tangkapan layar video klarifikasi yang beredar di media sosial diduga santri di Pakisaji. (Foto: tangkapan layar video warga)

Kuasa Hukum Bantah Santri di Pakisaji Korban Dugaan Penganiayaan Bikin Video Klarifikasi: Beda Orang!

Dwi Linda by Dwi Linda
11 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Video klarifikasi diduga santri di Pakisaji korban dugaan penganiayaan beredar di media sosial. Video itu memperlihatkan kaki dengan bekas luka pemukulan sudah mulai memudar.

Adanya klarifikasi ini diduga untuk meluruskan video dugaan penganiayaan yang dialami santri di Pakisaji dalam sebuah ponpes di Kabupaten Malang. Aksi itu diduga membuat kaki seorang santri luka parah.

You might also like

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

15/06/2026 4:31 PM
Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

15/06/2026 3:43 PM

Terkait video klarifikasi ini, Amelia Reza, kuasa hukum santri di Pakisaji korban dugaan penganiayaan, membantahnya. Dia mengatakan, kliennya berinisial AZR, 14, sama sekali tidak pernah membuat video klarifikasi.

“Beda orang itu,” ujar Amelia saat dikonfirmasi wartawan Tugu Malang ID, Jumat malam (11/07/2025).

Baca Juga: Polisi-DP3A Malang Dampingi Santri di Pakisaji, Korban Dugaan Penganiayaan Diberi Trauma Healing

Dia mengatakan, korban kini telah divisum dan mendapat pendampingan psikologis dari Polres Malang. Amelia juga mengatakan, proses hukum masih berjalan hingga saat ini. Laporan yang dibuat pun dilengkapi dengan bukti-bukti, termasuk hasil visum.

“Jadi ni bukan hoaks. Ada visum dan sebagainya. Kami sudah memenuhi semua bukti-bukti,” tegas Amelia.

Soal video klarifikasi yang beredar, Amelia menduga santri yang ada di video tersebut juga korban pemukulan. Hanya saja, dia tidak mempermasalahkannya.

Ada Bukti Dugaan Pemukulan di Ponpes

Amelia menyebut, santri itu tidak mempermasalahkannya, tapi ada bekas luka di kakinya yang sudah memudar. Menurut dia, ini bukti adanya pemukulan di ponpes tersebut. Artinya, ada dugaan penganiayaan di dalam lingkungan pesantren.

“Jika dia bilang nggak papa, hukum masih berjalan terus. Ini bukan masalah tidak apa-apa, tapi masalah hukum,” kata Amelia.

Dia menegaskan akan meminta pertanggungjawaban pihak yang membuat narasi pemukulan dan dugaan penganiayaan ini sebagai hoaks. Dia menilai, narasi tersebut mengandung fitnah.

“Konten itu mengandung hoaks dan fitnah untuk menggalang opini sesat,” kata Amelia.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang Aiptu Erlehana BR Maha diwawancara terpisah menyebut, tidak ada pencabutan laporan dari korban. Menurut dia, proses hukum masih terus berjalan hingga kini.

“Tidak ada (pencabutan), masih proses (berlanjut),” kata Leha.

Baca Juga: Pengasuh Pesantren di Pakisaji Malang Diduga Aniaya Santri, Kaki Korban Luka-Luka Dipukul Rotan

Diberitakan sebelumnya, pengasuh pesantren berinisial B di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jatim, ini dilaporkan ke Satreskrim Polres Malang diduga menganiaya santrinya AZR, 14, warga Kecamatan Wonosari. Akibat perbuatan pengasuh pesantren ini, kaki santri di Pakisaji ini luka-luka dipukul rotan.

Awalnya, B diduga menghukum santrinya berupa pukulan di kaki pakai rotan hingga kakinya luka-luka. Pemukulan terjadi saat malam takbiran Iduladha pada Kamis (05/06/2025). Hukuman diberikan pengasuh pesantren di Pakisaji ini karena korban tepergok keluar area pondok untuk membeli makanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Malang hari iniKabupaten Malang hari iniKasus penganiayaan di PakisajiKorban penganiayaan santri PakisajiMalang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

by Dwi Linda
15/06/2026 4:31 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Kota Batu terkenal dengan destinasi wisata pegunungan dengan panorama alam yang memikat. Memasuki bulan Suro dalam penanggalan...

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

by Dwi Linda
15/06/2026 3:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Kabar baik bagi masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna transportasi umum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempersiapkan penambahan...

Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tuban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah usai diduga...

Cuaca di Jawa Timur

Kabut, Hujan Ringan, dan Dominasi Cerah Warnai Cuaca di Jawa Timur Senin 15 Juni 2026.

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 9:40 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (15/06/2026) menunjukkan variasi kondisi yang cukup kontras, mulai dari kabut, udara kabur,...

Next Post
DPRD Surabaya.

DPRD Surabaya: Flyover Taman Pelangi Infrastruktur Strategis untuk Mobilitas dan Ekonomi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID