Kuliner Maknyus, Lodeh Khas Warung Kopi Sontoloyo asal Kota Batu - Tugujatim.id

Kuliner Maknyus, Lodeh Khas Warung Kopi Sontoloyo asal Kota Batu

  • Bagikan
Warung Kopi Sontoloyo, Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Warung Kopi Sontoloyo, Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Sudah nggak heran lagi dong ya dengan Kota Batu jika menjadi destinasi wisata favorit masyarakat. Selain ada wisata alamnya, Kota Batu juga dikenal dengan beragam kuliner yang maknyus, apalagi soal makanan tradisionalnya. Salah satunya kuliner lodeh khas Warung Kopi Sontoloyo! Di sini pengunjung akan disuguhi cita rasa lodeh yang bikin ketagihan dan suasananya akan semakin komplet sambil menikmati lanskap pemandangan perkebunan yang hijau segar sejauh mata memandang.

Ya, Warung Kopi Sontoloyo yang berlokasi di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji itu tak hanya menyajikan minuman, tapi Anda perlu mencoba menu nasi lodeh pedas khas Sontoloyo. Untuk seporsi nasi lodeh ini isinya ada nasi putih, sayur lodeh isi tempe, tahu, dan irisan daging, dan ayam goreng. Semua disajikan fresh dan panas. Pengunjung tak perlu lama-lama menyantapnya karena hawa dingin Kota Apel ini akan membuat menu itu menjadi hangat.

Lodeh khas Warung Kopi Sontoloyo, Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Lodeh khas Warung Kopi Sontoloyo, Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Sejenak jika Anda yang sering merasakan lodeh pasti agak heran dengan sajian di sini. Lodeh yang disajikan minus sayur nangka yang memang jadi ciri khasnya. Namun, penulis bisa saja salah saat itu. Apa memang sayur lodehnya habis atau bagaimana.

Meski begitu, cita rasa kuah lodeh ini dijamin akan membuat lidah Anda ketagihan pengen nambah dan nambah terus.

Ada spot rumah joglo yang ditawarkan di Warung Kopi Sontoloyo, Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Ada spot rumah joglo yang ditawarkan di Warung Kopi Sontoloyo, Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

”Rasanya ngangenin sih. Selain emang enak, tapi pas nyesep kuahnya ini jadi bikin kangen rumah,” ujar Dhita, 32, pengunjung asal Yogyakarta pada Kamis (28/10/2021).

Dhita menuturkan, tingkat kepedasan sayur lodeh ini juga tak begitu kentara seperti namanya. Namun, justru takaran pedas seperti itulah yang menurut dia sempurna.

”Pedas, manis, dan gurih. Semua komplet,” kata dia.

Pengunjung juga bisa foto di Warung Kopi Sontoloyo, Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Pengunjung juga bisa foto di Warung Kopi Sontoloyo, Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Untuk sajian pelengkapnya, Anda juga bisa memesan aneka macam gorengan hangat seperti mendoan, tempe, tahu, hingga pisang goreng. Hampir semua menunya adalah menu berbahan baku dari hasil masyarakat Kota Batu yang memang mayoritas adalah petani.

Sedangkan untuk minumannya, anda juga menyesap berbagai aneka wedangan khas tradisional seperti wedang uwuh, wedang jahe atau jahe susu, kunir asem, hingga beras kencur. Lalu untuk menu kopi, juga disajikan kopi lokal seperti Kopi Dampit, Kopi Arjuna, dan juga Kopi Sontoloyo.

Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam sambil menikmati menu di Warung Kopi Sontoloyo, Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam sambil menikmati menu di Warung Kopi Sontoloyo, Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Selain nasi lodeh, Anda juga masih punya pilihan lain seperti nasi goreng Jawa, bakmi Jawa, soto seger atau juga nasi paru pedas. Dijamin semua hidangan yang ada di sini tidak mengecewakan.

Tak heran jika makanan dan minuman di sini bikin lidah Anda bergoyang. Eits, Anda juga akan dimanjakan dengan pemandangan lanskap Gunung Arjuno hingga Panderman lho! Suasananya akan lebih paripurna ketika Anda datang pada sore hari.

Lokasi Warung Kopi Sontoloyo, Kota Batu, tampak asri dan nyaman. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Lokasi Warung Kopi Sontoloyo, Kota Batu, tampak asri dan nyaman. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Sensasi pemandangan alam itu semakin didukung dengan suasana kedai yang sengaja ditata dengan nuansa tradisional khas bangunan arsitektur Jawa. Mulai dari rumah joglo, ornamen yang serba kayu, dan berbagai atribut hias tradisional yang nyeni lainnya.

”Ya, kalau ke sini itu ya kesannya kayak berkunjung ke rumah mbah buyut di desa. Mengingatkan kami pas waktu masih anak-anak. Ah, favorit deh di sini,” ujarnya.

  • Bagikan