News  

Lampaui Rp1,6 Triliun, Bojonegoro Dinobatkan Pemilik Komitmen Tertinggi Belanja Produk Dalam Negeri Tingkat Nasional

Bojonegoro. (Foto: Tangkapan layar YouTube Kemenperin)
Ilustrasi belanja produk dalam negeri. (Foto: Tangkapan layar YouTube Kemenperin)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemkab Bojonegoro dinobatkan sebagai pemilik komitmen tertinggi di acara Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri. Nilai komitmen Pemkab Bojonegoro melampaui Rp1,6 triliun.

Angka itu melampaui kota-kota besar di Indonesia dalam program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Business matching ini dilaksanakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berlangsung pada 22-24 Maret 2022 di Nusa Dua, Bali.

“Nilai komitmen Pemkab Bojonegoro Rp1,6 triliun menjadi urutan pertama secara nasional,” kata Bupati Anna Muawanah yang menghadiri secara langsung kegiatan tersebut.

Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, urutan kedua kategori pemkab/pemkot, yaitu Pemkot Makassar dengan Rp1,2 triliun; Pemkot Surabaya Rp1,1 triliun; Pemkab Mimika Rp1,1 triliun; Pemkab Sidoarjo Rp718 miliar; Pemkab Penukal Abab Ilir Rp630 miliar; serta Pemkab Tangerang Selatan Rp616 miliar.

Untuk kategori pemerintah provinsi (pemprov) dinobatkan Provinsi DKI Jakarta. Dengan capaian melampaui Rp5 triliun. Sedangkan kategori kementerian/lembaga negara, yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan melampaui Rp43 triliun.

Kegiatan mendongkrak secara signifikan pertumbuhan ekonomi nasional ini guna tindak lanjut aksi afirmasi pembelian dan pemanfaatan produk lokal. Selain itu, bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan bentuk dukungan pemerintah kepada industri nasional.

Untuk diketahui, kegiatan itu merupakan inisiasi Kementerian Perindustrian dalam upaya untuk mendorong penggunaan sekaligus pembelian produksi dalam negeri, terutama yang berasal dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat kementerian, lembaga, BUMN, pemprov, dan pemkab/pemkot.

Kegiatan tersebut sejalan untuk optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Karena diyakini dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan.

Berdasarkan hasil simulasi BPS, dampak pembelian produk dalam negeri senilai Rp400 triliun dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 1,67 persen hingga 1,71 persen.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim