SURABAYA, Tugujatim.id– Sistem pelayanan publik hotline “Lapor Cak Eri” terus dibanjiri ratusan laporan setiap hari. Usai dirilis pada 5 Mei 2026 lalu, hingga Lapor Cak Eri rata rata mendapatkan 500 laporan per hari.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, setiap harinya ratusan laporan masuk ke hotline Lapor Cak Eri yang dapat diakses melalui nomor 0811338884. Laporan yang diterima pun beragam mulai dari jalan berlubang, parkir liar, pedagang kaki lima (PKL), hingga curahan persoalan rumah tangga warga.
“Laporan yang masuk perhari Itu ratusan ada 400-500, kalau ditotal dari hari pertama sudah ribuan laporannya. Jadi memang antusiasnya besar sekali,” kata Eri, Rabu (24/06/2026).
Lebih lanjut, hotline “Lapor Cak Eri”, Pemkot Surabaya ingin membangun sistem pelayanan publik yang cepat, terbuka, dan dekat dengan masyarakat. Pemkot berharap seluruh persoalan warga dapat lebih cepat tertangani melalui sistem birokrasi yang responsif dan terukur.
Lapor Cak Eri memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Untuk penyelesaian masalah tergantung dari tingkat kerumitan, akan tetapi normalnya penanganan akan dilakukan maksimal 1X24 jam.
“Untuk penyelesaiannya kami target 1X24 jam, namun jika permasalahannya rumit dan tidak memungkinkan diselesaikan secara cepat maka akan kami info tanggalnya,” tambahnya.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya tersebut menuturkan selain untuk membantu menyelesaikan permasalahan di masyarakat, hotline Lapor Cak Eri ini juga digunakan sebagai sarana pengawasan kinerja para perangkat daerah (PD).
Ia menilai keberhasilan birokrasi tidak diukur dari banyaknya program, melainkan dari kecepatan pelayanan kepada masyarakat.
“Surabaya ini bukan ditentukan oleh wali kotanya, tetapi oleh Pemerintah Kota Surabaya. Sistem itu harus tetap berjalan cepat, ada atau tanpa wali kota, supaya masyarakat percaya,” tuturnya.
Laporan Tidak Hanya Bersifat Pelayanan, Tetapi Juga Permasalahan Pribadi
Menariknya, hotline “Lapor Cak Eri” ternyata tidak hanya diisi laporan pelayanan publik. Banyak warga justru menggunakan layanan tersebut untuk menyampaikan persoalan pribadi hingga curhat kehidupan rumah tangga.
Wali Kota Eri mengungkapkan ada warga yang mengadu karena bertengkar dengan pasangan akibat persoalan uang, ditinggal pacar, menjadi korban penipuan arisan bodong. Bahkan, ada pula warga luar Surabaya yang ikut menghubungi hotline meminta bantuan menyelesaikan masalah pribadi.
“Banyak yang lucu-lucu juga. Ada yang curhat soal rumah tangga, ada yang ditipu, sampai masalah percintaan,” ungkapnya sambil tersenyum,” paparnya.
Meski demikian, Eri menilai hal tersebut sebagai bentuk kedekatan masyarakat dengan pemerintah. Menurutnya, masyarakat kini merasa lebih mudah menyampaikan persoalan kepada Pemkot Surabaya.
“Pemerintah kota tidak bisa mengambil alih kewenangan lembaga lain, tetapi siap membantu melakukan koordinasi jika laporan masyarakat tidak kunjung mendapatkan tindak lanjut,”pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Husni Habib
Editor: Mochamad Abdurrochim








