MALANG, Tugujatim.id – Seorang pria tewas bersimbah darah usai melawan sekelompok orang yang bersenjata pedang, di Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu (25/06/23).
Saksi mata, Laiman mengatakan bahwa peristiwa berdarah itu terjadi di simpang tiga depan SDN Bakalan Krajan, sekitar pukul 17.15 WIB.
Dalam perkelahian itu, korban melakukan perlawanan dengan tangan kosong melawan sekitar lima orang yang beberapa di antaranya membawa samurai atau pedang khas asal Jepang.
“Mereka sama-sama berani. Korban sudah diperingatkan untuk pergi, tapi menolak. Korban namanya Aripin, dia tangan kosong lawannya Gotri berlima, beberapa bawa samurai. Jadi satu lawan lima,” ucapnya.
Laiman mengatakan bahwa Aripin tak kuasa menahan serangan lawannya itu hingga bersimbah darah dan tergeletak di jalanan.
Usai korban tak berdaya, para pelaku kemudian melarikan diri. Sejumlah warga sekitar kemudian membersihkan ceceran darah yang ada di jalanan.
Laiman punya tak berani melihat tubuh korban yang sudah bersimbah darah itu. “Lukanya mengenaskan, saya sampai gak berani lihat,” bebernya.
Masih kata Laiman, ternyata korban dan para pelaku sejatinya sudah saling kenal karena merupakan teman sekampung. “Mereka itu teman, teman sebaya, biasanya juga minum (alkohol) barengan. Sebelumnya gak pernah kelahi, ya baru ini tadi,” ucapnya.
Dikatakan, korban tak memiliki pekerjaan tetap, seringkali ikut bekerja dengan salah seorang pelaku. “Korban kerjanya serabutan, kadang tani, kadang juga ikut sound system. Kalau Gotri sama, serabutan juga,” imbuhnya.
Kapolsek Sukun, Kompol Nyoto Gelar mengatakan bahwa korban meninggal di lokasi kejadian akibat luka tusuk di bagian perut. “Korban meninggal dunia akibat luka tusuk bagian perut. Hingga kini kami masih melakukan penyidikan terhadap kasus ini,” ujarnya.
Reporter: Yona Arianto
Editor: Lizya Kristanti








