JOMBANG, Tugujatim.id – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan masih ada jemaah haji Indonesia yang tertahan atau ditolak saat proses keberangkatan, meski jumlahnya relatif kecil. Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Gus Irfan saat melepas calon jemaah haji Jombang kloter 62, Kamis (07/05/2026).
“Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar, tidak ada kendala yang berarti. Sudah ada sekitar 250 kloter atau 50 persen jemaah yang berangkat,” kata Gus Irfan kepada awak media di depan Pendopo Kabupaten Jombang.
Gus Irfan melanjutkan, sebagian jemaah yang berada di Madinah sudah bergeser ke Mekah. Sementara itu, hari ini ada yang berangkat langsung dari Jeddah ke Mekah.
“Laporan dari sana, Alhamdulillah semua berjalan lancar. Memang ada kendala sedikit, satu-dua, tetapi bisa diatasi,” sambung dia.
Jemaah yang tertolak oleh Imigrasi Arab Saudi, lanjut dia, hanya satu orang karena punya catatan kasus hukum di masa lalu.
“Sementara itu, yang tertolak di asrama haji karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan atau tidak layak terbang, angka persisnya kurang dari sepuluh orang,” papar Gus Irfan.
Untuk mengantisipasi hal serupa, ia pun mengimbau calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan masing-masing meski sudah lolos pemeriksaan saat tahap pelunasan biaya haji.
“Tapi kan, antara pemeriksaan pertama dan sekarang ini terdapat jeda waktu sekitar tiga bulan. Nah, selama tiga bulan itu, kami berharap para calon jemaah haji ini untuk menjaga kebugarannya supaya bisa lolos,” tambah dia.
Baca Juga : Bus Jemaah Haji Probolinggo Kecelakaan di Madinah, Bupati Pastikan Semua Selamat
Jumlah Haji Ilegal Berkurang
Dalam kesempatan yang sama, Gus Irfan juga ikut menyoroti haji non-prosedural atau legal. Dikatakannya, pemerintah tahun ini telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) bersama antara Kementerian Haji dan Umrah, kepolisian, serta pihak imigrasi.
“Fungsinya adalah untuk mencegah (pemberangkatan) haji-haji yang tidak melalui prosedur yang benar. Daripada di sana terlunta-lunta, dikejar-kejar kepolisian, dan tidak bisa menjalankan haji, kita cegah di sini,” tandas dia.
Upaya tersebut menurutnya cukup efektif untuk menurunkan jumlah calon jemaah haji ilegal yang tertahan di bandara.
“Tahun ini, Alhamdulillah jumlahnya sudah turun banyak. Total hingga hari ini mungkin belum sampai 100 orang. Tadi malam, Wakapolri laporan kepada kami, jumlahnya sekitar 60 orang,” lanjut dia.
Sebagai perbandingan, pada musim haji tahun lalu, total jumlah jemaah haji non-prosedural yang tertahan di bandara mencapai lebih dari 1.000 orang.
“Tetap saja, kami mohon kepada mereka-mereka yang berusaha mencari peluang atau kemanfaatan itu, tolonglah, jangan sampai tertipu iming-iming haji tanpa antre. Karena, prinsipnya tidak ada haji tanpa antre,” pungkas Gus Irfan.
Khusus wilayah Jombang, calon jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini sebanyak 1.263 orang. Mereka dibagi menjadi empat kloter. Kloter 60 dan 61 sudah berangkat pada Rabu (06/05/2026) kemarin.
“Selamat menunaikan ibadah haji, jaga selalu kesehatan, dan jangan lupa untuk mendoakan Kabupaten Jombang, Semoga kembali dengan predikat haji mabrur,” ucap Bupati Jombang Warsubi saat melepas calon jemaah haji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Anang Panca Kurniawan
Editor: Mochamad Abdurrochim








