Tugujatim.id – Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan 9 Orang meninggal dunia dan ribuan warga harus mengungsi.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki kini 9 orang, dan satu korban dalam kondisi kritis.
“Jumlah korban jiwa terus bertambah seiring proses verifikasi dan evakuasi yang dilakukan tim gabungan di lapangan,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/11/2024).
Erupsi tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyebabkan puluhan orang terluka. Sebanyak 31 orang dilaporkan mengalami luka berat dan 32 orang luka ringan. Para korban mendapatkan perawatan di Puskesmas Boru dan Lewolaga, sementara tiga orang dirujuk ke RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka.
Sementara ribuan warga terdampak dengan total populasi yang terpengaruh mencapai 10.295 jiwa di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura. Lebih dari 2.470 jiwa terpaksa mengungsi ke tiga lokasi utama di Desa Konga, Bokang dan Lewolaga.
Pemerintah Daerah setempat bekerja sama dengan BNPB telah mendirikan lokasi pengungsian dan dua dapur umum untuk melayani kebutuhan para pengungsi. “Tim kesehatan juga telah menyiagakan posko kesehatan di Puskesmas Boru dan Lewolaga,” kata Abdul Muhari.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa.
“Pemerintah telah mendorong respon cepat dengan koordinasi lintas lembaga untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan secepat mungkin,” ujar Pratikno dalam konferensi pers di Graha BNPB. Ia juga menegaskan pentingnya evakuasi warga yang masih berada di zona berbahaya.
Sementara itu, PVMBG mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 7 km dari pusat erupsi. Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama di wilayah sungai yang berhulu di puncak gunung. “Penggunaan masker sangat disarankan untuk melindungi pernapasan dari abu vulkanik,” tambah Abdul Muhari.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah memperpanjang status siaga darurat bencana hingga 31 Desember 2024 untuk memastikan penanganan berkelanjutan. Bantuan berupa 500 paket sembako, 300 paket biskuit protein, 500 terpal, dan berbagai kebutuhan lain telah didistribusikan ke lokasi terdampak guna mendukung para pengungsi.
Upaya pencarian dan penyelamatan masih dilakukan, dengan tim SAR yang tetap bersiaga untuk mengantisipasi laporan warga yang belum ditemukan. Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan mengikuti instruksi pihak berwenang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis : Muhammad Abdul Majiid Al-Wahab/Magang
Editor: Darmadi Sasongko








